![]() |
| PRESTASI: Syahransyah, atlet difabel asal Kutai Kartanegara peraih medali perak beregu cabang panahan Peparnas XVII di Solo - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALTIM – Di balik riuh tepuk tangan pada penyerahan penghargaan Peparnas yang digelar di Aula Kantor Dispora Kaltim, Kamis (27/11/2025), terselip kisah panjang ketekunan seorang atlet difabel asal Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim, Syahransyah.
Peraih medali perak beregu cabang panahan Peparnas XVII di Solo ini akhirnya menerima bonus sebesar Rp102 juta dari Pemerintah Provinsi Kaltim, bonus yang ia tunggu hampir satu tahun penuh.
Namun bagi Syahransyah, bonus itu bukan sekadar angka. Itu adalah pengakuan atas perjalanan 20 tahun dirinya menjadi atlet, dari dunia renang hingga panahan.
Syahransyah memulai kariernya sebagai atlet renang sejak tahun 2004, saat ia masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia pun terus berenang hingga 2012. Namun, karena kondisi fisik membuatnya harus beralih pilihan.
“Napas saja tidak kuat. Tapi memang kepengin di panahan. Ada peluang dari teman untuk gabung klub, makanya pindah," ujarnya sambil tersenyum.
Pada 2019, ia resmi masuk klub panahan Koja di Tenggarong. Meski baru beberapa tahun, namanya cepat menonjol di arena difabel. Tekad dan dedikasi membawanya ke Peparnas XVII di Solo, ajang nasional empat tahunan yang setara dengan PON.
Syahransyah berlatih hampir setiap hari di klub, dengan jadwal rutin kecuali hari Minggu. Jika ingin tambahan latihan, ia bebas datang sendiri.
Di balik semua itu, operasional hariannya tetap ia tanggung dari pekerjaan serabutan. “Kalau ada pemanggilan kerja, baru kerja,” katanya jujur.
Syahransyah mengakui bahwa dukungan perlengkapan dari Pemerintah Provinsi Kaltim benar-benar terasa. Untuk ajang Peparnas di Solo, ia menerima peralatan seperti lims (ujung busur) dan satu lusin anak panah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga memberikan busur dan perlengkapan tambahan.
“Alhamdulillah disupport pemerintah selama ini,” katanya.
Informasi bonus sebenarnya sudah ia dengar sejak bulan September. Namun, ia dan atlet lainnya hanya bisa menunggu. “Tunggu saja, pasti cair,” begitu jawaban yang ia terima kala itu.
Baru pada Kamis (27/11/2025), penantian itu berakhir. Syahransyah menerima Rp102 juta, jumlah yang nilainya setara dengan bonus atlet PON, kebijakan baru Pemerintah Provinsi Kaltim yang ia apresiasi.
“Terima kasih banyak untuk pemerintah yang sudah mau memberikan bonus yang setara dengan PON. Karena Peparnas ini setara KONI. Ya, mudah-mudahan ke depan bonusnya bisa dipercepat biar operasional latihan lebih mudah,” harapnya.
Dua puluh tahun menjadi atlet, Syahransyah belum menikah. Baginya, olahraga adalah rumah pertama. Ia ingin masa depan atlet difabel mendapat perhatian yang lebih berkelanjutan.
“Siapa tahu yang dapat medali bisa dikasih pekerjaan, Pak Gubernur,” harapnya lirih penuh keyakinan.
Selain perak di Peparnas, ia juga memiliki prestasi lain. Ia pernah menyabet emas beregu di Porprov Berau. Bonus-bonus kabupaten pernah ia terima, meski belum cukup menjadi pegangan jangka panjang.
Ia mengakhiri dengan ucapan syukur kepada keluarga dan pemerintah. “Alhamdulillah yang penting cair, terima kasih Pak Gubernur,” katanya sembari tertawa kecil.
Penulis: Dy/ADV/Diskominfo Kaltim

