Trending

Katingan Turunkan Status Karhutla ke Siaga, Sekda Christian Rain Minta Warga Tetap Waspada

KETERANGAN PERS: Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, memberikan penjelasan mengenai penurunan status penanganan karhutla dari Tanggap Darurat menjadi Siaga di Kasongan, Rabu (4/11/2026).  Foto Dok: Rilis


RILISKALIMANTAN.COM, KALTENG – Pemerintah Kabupaten Katingan resmi menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Tanggap Darurat menjadi Siaga. Kebijakan ini diambil menyusul membaiknya kondisi cuaca serta menurunnya intensitas kebakaran di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, menyampaikan bahwa perubahan status tersebut didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai indikator penanganan karhutla di wilayah Katingan.

"Meski statusnya sudah diturunkan, kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Potensi kebakaran masih ada dan harus terus diwaspadai," ujar Christian di Kasongan, Rabu (4/11/2026).

 

Ia menjelaskan, status siaga ini berlaku hingga 10 November 2026 mendatang. Sebelum masa siaga berakhir, Pemkab Katingan akan kembali melakukan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Jika terjadi peningkatan ancaman di lapangan, status tanggap darurat bisa kembali diberlakukan.

Membaiknya situasi karhutla di Katingan tidak lepas dari mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah. Hal ini secara signifikan mengurangi titik panas (hotspot) dan menurunkan tekanan penanganan kebakaran di lapangan.

Selain itu, mulai rutinnya hujan juga berdampak pada berkurangnya permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Pemkab Katingan pun memutuskan untuk menghentikan sementara pendistribusian air bersih yang sebelumnya disalurkan melalui Posko Peduli Air.

"Karena hujan sudah mulai turun dan tidak ada lagi permintaan masyarakat melalui posko, maka penyaluran air bersih untuk sementara kami hentikan," jelasnya.

Christian menegaskan, selama masa siaga berlangsung, tim gabungan tetap disiagakan untuk memantau sebaran titik panas dan melakukan verifikasi lapangan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru.(rls)

Lebih baru Lebih lama