RILISKALIMANTAN.COM, KALTENG – Persiapan MTQH XXXIV
Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2026 di Katingan memasuki tahap pematangan. Sampai
saat in, panitia masih memfinalisasi kebutuhan teknis, pelayanan, kesehatan,
akomodasi dan anggaran menjelang rangkaian kegiatan 20-28 November 2026, dengan
open ceremony dijadwalkan 22 November mendatang.
Dalam rapat terakhir yang dipimpin Wakil Bupati Katingan
Firdaus, sejumlah bidang seperti acara, protokol, sekretariat, musabaqah dan
perhakiman, serta perlengkapan telah bekerja, tetapi masing-masing masih
diminta memeriksa kebutuhan yang belum terpenuhi dan memperkuat koordinasi.
“Bekerjalah sesuai dengan bidangnya masing-masing. Nanti
dirapatkan lagi di bidang masing-masing bagaimana pelaksanaannya di lapangan.
Sambil direkayasa dari sekarang apa yang harus kita lakukan nanti pada saat
kegiatan,” kata Firdaus.
Firdaus juga menekankan pelayanan kepada peserta dan tamu
tidak boleh menunggu mendekati hari pelaksanaan. Sarana-prasarana, tata suara,
konsumsi, akomodasi, transportasi dan kesehatan harus disiapkan, termasuk
tenaga medis, obat-obatan dan ambulans. Pemerintah daerah juga meminta setiap
bidang mencermati kembali rencana kerja dan anggarannya.
“Karena sudah beberapa kali rapat, mudah-mudahan nanti pada rapat finalisasi seluruh persiapan sudah semakin jelas. Anggaran, kebutuhan teknis, dan tugas masing-masing bidang harus benar-benar siap,” ujar Firdaus.
Persoalan pembiayaan sebelumnya juga sudah muncul dalam
rapat yang dipimpin Bupati Katingan Saiful pada 11 Mei. Saat itu pemerintah
daerah menyebut adanya keterbatasan anggaran dan menargetkan kesiapan persiapan
mencapai 95 persen. Pemerintah meminta pekerjaan sarana-prasarana, akomodasi,
transportasi dan teknis pelaksanaan terus ditindaklanjuti.
Sampai 17 September, besaran anggaran khusus penyelenggaraan
MTQH belum dirilis dalam publikasi resmi yang ditemukan, sehingga tidak ada
angka yang dapat dijadikan patokan publik.
Dari tingkat provinsi, kesiapan Katingan sebelumnya dinilai
sudah berjalan cukup baik, meski masih membutuhkan penyempurnaan teknis. Kepala
Bagian Kesra Setda Kalteng Muhammad Ridho menyebut evaluasi bersama panitia
daerah dilakukan agar setiap bidang memiliki pemahaman dan persiapan yang lebih
matang.
“Secara umum kesiapan yang disampaikan sudah cukup baik.
Tinggal dilakukan penyempurnaan pada beberapa aspek teknis sehingga seluruh
tahapan pelaksanaan dapat berjalan lancar,” katanya.
Sementara Ketua Harian LPTQ Provinsi Kalteng Khairil Anwar
menekankan bahwa persoalan teknis harus diselesaikan sebelum mendekati hari
pelaksanaan. LPTQ juga meminta finalisasi kebutuhan akomodasi bagi dewan hakim,
panitera dan tim kerja, pengesahan peserta, pengecekan arena serta koordinasi
antarpanitia terus dilakukan.
“Kami berharap setiap bidang terus membangun koordinasi dan
komunikasi yang intensif. Dengan begitu, apabila terdapat kendala, dapat segera
diselesaikan tanpa menunggu mendekati hari pelaksanaan,” ujar Khairil.
Dengan waktu sekitar dua bulan menuju rangkaian kegiatan, ukuran kesiapan Katingan kini bukan lagi sekadar tersedianya arena perlombaan. Yang akan menentukan kelancaran MTQH adalah apakah akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, keamanan, pelayanan tamu dan kebutuhan setiap bidang benar-benar telah difinalkan sebelum 20 November 2026.(rls)
