RILISKALIMANTAN.COM, KALTENG – Pemerintah Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menjajaki potensi perdagangan karbon (carbon trading) untuk mendukung pelestarian lingkungan, pengurangan emisi, dan pembangunan daerah berkelanjutan.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Katingan, Kalpin,
mengatakan kunjungan Pemkab Pulang Pisau menjadi momentum untuk bertukar
pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan lingkungan hidup, termasuk
pengembangan perdagangan karbon.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Apa yang telah berproses di Kabupaten Katingan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kabupaten Pulang Pisau,” kata Kalpin di Kasongan, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Kabupaten Katingan tersebut diharapkan membantu kedua daerah
mengidentifikasi potensi lingkungan yang dapat dikelola secara berkelanjutan
sekaligus mendukung upaya penurunan emisi.
Kepala DLH Kabupaten Katingan, Yobie Sandra, memaparkan
sejumlah aspek teknis perdagangan karbon, mulai dari identifikasi potensi
pengurangan emisi, pengukuran dan penghitungan karbon, hingga persyaratan serta
mekanisme pelaksanaannya.
Menurutnya, pengembangan perdagangan karbon memerlukan
perencanaan matang, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta koordinasi
lintas sektor. Seluruh tahapan juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar
pemanfaatan potensi lingkungan berjalan secara berkelanjutan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua
pemerintah daerah untuk memahami peluang pemanfaatan sumber daya lingkungan
melalui mekanisme perdagangan karbon.
Kunjungan kaji tiru Pemkab Pulang Pisau dipimpin Wakil
Bupati Ahmad Jayadikarta bersama sejumlah pejabat terkait.
Ahmad mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempelajari
tahapan pengembangan perdagangan karbon yang telah dilakukan Kabupaten
Katingan. Hasil pembelajaran akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun
langkah pengembangan sesuai potensi daerah Pulang Pisau.
“Kami datang untuk belajar dan menggali pengalaman Kabupaten
Katingan dalam proses pengembangan perdagangan karbon. Kami berharap pengalaman
ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan
langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Melalui pertukaran informasi tersebut, Katingan dan Pulang Pisau berharap dapat memperkuat pengelolaan lingkungan, mengidentifikasi peluang pengurangan emisi, serta menyiapkan pengembangan perdagangan karbon yang sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah.(rls)
