RILISKALIMANTAN.COM, KALTENG – Pelajar di Kabupaten Katingan didorong lebih kritis dalam menerima informasi di media sosial sekaligus mampu memproduksi konten yang benar, edukatif, dan bermanfaat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan Komunitas
Informasi Masyarakat atau KIM Muda Kasongan yang melibatkan pelajar tingkat SMP
dan SMA.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan
Persandian Kabupaten Katingan Hotden Manto Manalu mengatakan derasnya arus
informasi di media sosial membuat kemampuan memeriksa kebenaran informasi
menjadi semakin penting.
Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya menjadi pengguna media
sosial, tetapi juga perlu memahami risiko hoaks, disinformasi, ujaran
kebencian, dan konten menyesatkan.
“Saya berharap KIM Muda Kasongan tidak hanya menjadi komunitas yang memiliki nama dan kepengurusan, tetapi benar-benar menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berkarya, berkreasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Katingan,” kata Hotden, Selasa, (20/10/2026).
Ia mengatakan platform seperti Instagram, TikTok, dan
Facebook dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya lokal,
pendidikan, pelayanan publik, hingga peluang usaha.
Namun, produksi konten tetap harus dibarengi dengan
kemampuan melakukan verifikasi serta memahami etika bermedia sosial.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfostandi
Katingan Diahkomalasari Dharmawansyah mengatakan pelajar juga didorong
mengembangkan keterampilan menulis, fotografi, pembuatan video, dan pengelolaan
media sosial.
Keterampilan tersebut diharapkan membantu mereka
menghasilkan informasi yang lebih menarik tanpa mengabaikan ketepatan isi.
Selain menjadi ruang belajar literasi digital, KIM Muda juga
diarahkan sebagai sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui wadah tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya
menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menyampaikan aspirasi dan
persoalan yang ditemukan di lingkungan mereka.
Pembentukan KIM Muda Kasongan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelajar dalam menyaring informasi sekaligus memanfaatkan media digital secara lebih bertanggung jawab.(rls)
