Trending

Alpiya Rakhman Soroti Pencegahan Kekerasan dalam Keluarga

DIALOG: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Alpiya Rakhman menyampaikan pengamalan nilai-nilai Pancasila kepada warga Desa Rantau Panjang Hilir - Foto Dok DPRD Kalsel

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Alpiya Rakhman menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila serta Wawasan Kebangsaan di Kantor Desa Rantau Panjang Hilir, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama ini.

Menurut Alpiya, persatuan harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta membangun sikap saling menghormati.

“Nilai-nilai Pancasila harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Sikap saling menghargai, mengedepankan musyawarah, menjaga komunikasi yang baik, serta menyelesaikan permasalahan secara bijaksana merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekerasan dalam rumah tangga, baik secara fisik, psikis, seksual maupun penelantaran, tidak boleh dibenarkan dengan alasan apa pun.

Menurutnya, keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh anggotanya untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kepedulian bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Alpiya juga mengajak masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, berani melaporkan kejadian, serta memberikan dukungan kepada korban.

Ia menilai koordinasi dengan instansi terkait, termasuk unit pelayanan perlindungan perempuan dan anak, penting untuk memperkuat edukasi, pendampingan korban, dan mekanisme pelaporan.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Alpiya menyebut perlindungan perempuan dan anak membutuhkan perhatian berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat.

“Persatuan yang kuat tidak akan terwujud apabila masih ada kekerasan, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Karena itu, mari kita bangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ajaknya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Perlindungan Perempuan P3A Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Anita Mayasari, Kabid Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak Nurliana, Sekretaris Camat Kusan Hilir Rahbiyah, Kepala Desa Rantau Panjang Abdul Rahman, serta masyarakat setempat.

Melalui sosialisasi tersebut, Alpiya berharap pengamalan Pancasila tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan lingkungan yang aman bagi perempuan serta anak. (rls)

Lebih baru Lebih lama