![]() |
| KOMPAK: Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK mengikuti proses pemusnahan uang palsu bersama pihak BI Kalsel - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Supian HK mengapresiasi langkah Bank Indonesia bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Kalsel dalam memusnahkan uang Rupiah palsu hasil temuan di wilayah hukum Kalsel.
Pemusnahan tersebut digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan diinisiasi BI bersama unsur Botasupal yang terdiri dari BI, Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, Kejaksaan, dan Bea Cukai. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keaslian Rupiah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Supian HK mengatakan pemusnahan uang palsu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah.
“Kami dari DPRD Kalsel sangat mengapresiasi langkah tegas Bank Indonesia bersama Botasupal. Pemusnahan uang palsu ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk komitmen negara dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Supian HK.
Menurutnya, peredaran uang palsu dapat merugikan masyarakat, terutama pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang paling dirugikan itu masyarakat kecil, pedagang pasar, UMKM. Mereka bekerja keras, tapi dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mendukung penuh penindakan tegas dan edukasi yang masif kepada masyarakat,” tegasnya.
Supian HK juga mendorong sosialisasi ciri-ciri keaslian Rupiah melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, terus diperluas hingga ke pelosok desa.
“DPRD Kalsel siap bersinergi dengan Bank Indonesia untuk memperkuat sosialisasi. Literasi keuangan masyarakat harus kita tingkatkan, agar warga Banua cerdas dan tidak mudah menjadi korban uang palsu,” tambahnya.
Ia berharap pemusnahan uang palsu tersebut dapat membantu menekan peredarannya di Kalimantan Selatan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BI Kalsel, jajaran Forkopimda Kalsel, Polda Kalsel, Kejaksaan Tinggi Kalsel, Lanal, Lanud, serta instansi terkait lainnya.
Penulis: H. Faidur
