![]() |
| PERBAIKAN: Penampakan perbaikan drainase di Kota Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Penataan dan pembenahan drainase yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru mulai dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam mengurangi risiko genangan dan banjir saat hujan deras.
Sejumlah warga mengapresiasi pembangunan saluran air yang dinilai mampu memperbaiki aliran air di kawasan permukiman mereka.
Salah satunya Eko, warga Komplek Lorihua Banjarbaru. Ia mengatakan, kawasan tempat tinggalnya sebelumnya kerap mengalami banjir ketika hujan turun dengan intensitas cukup deras.
Kondisi tersebut berubah setelah Pemkot Banjarbaru melakukan pembangunan parit dan gorong-gorong di kawasan tersebut.
“Terus sekarang ada bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru, dibuatkan parit, gorong-gorong. Dan sekarang alhamdulillah tidak pernah lagi kebanjiran. Saya sangat berterima kasih kepada Bu Wali Kota Banjarbaru telah membuatkan saluran air ini,” ujar Eko.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT 24 RW 06 Kelurahan Sungai Ulin, Ahmad Bijuriansyah.
Menurutnya, drainase yang sebelumnya dibangun oleh pengembang belum optimal menghadapi debit air ketika hujan deras. Saluran tersebut juga mudah terkikis sehingga aliran air tidak berjalan maksimal.
Ia menilai penataan kembali drainase oleh Pemkot Banjarbaru memberikan manfaat bagi lingkungan permukiman, khususnya dalam mengurangi risiko banjir.
“Sebelumnya drainase dari developer yang dibuat biasa saja, saat hujan deras drainase tidak optimal mengalirkan air. Ulun berterima kasih sekali lagi untuk Pemerintah Kota Banjarbaru atas kepeduliannya kepada warga kita di RT 24,” ujarnya.
Pemkot Banjarbaru terus mendorong pembangunan infrastruktur pengendali banjir sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi terhadap genangan dan banjir di kawasan perkotaan.
Pembenahan drainase tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik berupa parit maupun gorong-gorong, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan air perkotaan.
Dengan saluran yang lebih baik, aliran air diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga potensi genangan saat hujan deras dapat ditekan.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan yang secara langsung dihadapi masyarakat.
Pengalaman warga di Komplek Lorihua dan Kelurahan Sungai Ulin menjadi gambaran bahwa penataan saluran air dapat memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan permukiman.
Pemkot Banjarbaru pun diharapkan terus memperkuat penataan drainase secara terintegrasi agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak hanya menyelesaikan persoalan di satu titik, tetapi mampu mendukung sistem pengelolaan air perkotaan secara berkelanjutan.
Penulis: H. Faidur
