Trending

Kesaksian Korban KM Virgo Transport 8: Tanpa Sirine Warning, Bertahan 4 Jam di Atas Lambung Kapal hingga Nekat Loncat ke Perahu Karet

Bercerita : Faisal (kiri) dan Marsianus (kanan), dua korban selamat KM Virgo Transport 8 menceritakan momen menegangkan di tengah laut

RILISKALIMANTAN, KALSEL — Keinginan Faisal (27) untuk mengadu nasib di perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah berubah menjadi kisah perjuangan hidup dan mati.

Pemuda asal Bandung ini menjadi salah satu korban selamat dari musibah terbaliknya kapal KM Virgo Transport 8 setelah bertahan hidup di lambung kapal selama berjam-jam di tengah gulungan ombak setinggi 4 meter.

Kepanikan bermula sekitar pukul 00.15 WIB saat kapal mendadak miring secara ekstrem akibat dihantam ombak besar dan cuaca buruk. Faisal yang baru saja terbangun untuk mengisi daya ponsel langsung bergegas keluar ruangan sebelum kapal akhirnya terbalik.

​"Kapal ngejungkel, kebalik dari atas. Aku awalnya lagi tidur, kebangun pengen kencing, pas keluar ngecas HP tiba-tiba kapal miring-miring. Tidak ada peringatan darurat sama sekali dari pihak kapal," ujar Faisal saat menceritakan detik-detik mencekam tersebut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/09/2026) malam.

​Menurutnya, sirine atau peringatan baru berbunyi setelah kapal dalam posisi benar-benar terbalik. Proses tenggelamnya kapal berlangsung sangat singkat, hanya berkisar antara 10 hingga 15 menit.

​Di tengah situasi yang mencekam, para penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri. Berbeda dengan penumpang lain yang melompat ke laut, Faisal memilih bertahan di atas lambung kapal yang terbalik karena takut serangan hiu.

​Ia bergerak cepat mengambil pelampung sendiri tanpa ada instruksi maupun pembagian dari pihak kru kapal. Faisal bersama 13 orang lainnya terombang-ambing di atas kapal yang terbalik dari pukul 00.30 WIB hingga pukul 04.30 WIB sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal penolong sekitar pukul 09.00 pagi.

​"Ombak besar banget, ada lah 4 meter. Teman aku kedinginan dari jam 1 sampai jam setengah 5, dia bahkan nggak pakai pelampung. Semua barang berharga dan HP tenggelam, yang penting selamat," tuturnya.

​Perjalanan mengarungi jalur laut jarak jauh ini merupakan pengalaman pertama bagi Faisal. Keberangkatannya ke Kalimantan Tengah dilakukan bersama rombongan kerjanya. Dari rombongan tersebut, 9 orang dinyatakan selamat, sementara 5 orang lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh penumpang selamat lainnya, Marsianus. Pria yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin ini menceritakan bahwa situasi di dalam kapal terjadi begitu cepat tanpa adanya pemberitahuan awal dari awak kapal.

"Tidak sempat ada pemberitahuan. Saya mendengar dari orang teriak bilang kapal miring, 'keluar dari sini, keluar dari dalam kapal!' Tapi tidak sempat bertahan di dalam," ungkap Marsianus saat tiba di pelabuhan.

​Begitu mendengar teriakan tersebut, Marsianus bersama penumpang lain langsung mengambil tindakan penyelamatan diri dengan meloncat ke rakik atau perahu karet evakuasi.

"Langsung loncat ke perahu karet, perahu evakuasi penyelamatan. Sempat panik juga," tambahnya.

​Marsianus dan para penumpang di perahu karet terombang-ambing di laut lepas selama sekitar 2 jam sebelum akhirnya melihat titik terang proses evakuasi di tengah guncangan gelombang.

"Sekitar jam 3.00 atau jam 4.00 subuh ada kapal tongkang. Jadi langsung dilakukan evakuasi dari situ," jelas Marsianus menutup kesaksiannya.

​Saat ini pihak keluarga di Bandung telah menerima kabar mengenai kondisi Faisal yang selamat. Mengenai kelanjutan rencananya untuk bekerja di Kalimantan Tengah, Faisal masih menunggu keputusan teman-temannya yang tersisa.

Penulis : rian

Lebih baru Lebih lama