Trending

Kejurprov NPCI Kalsel Diikuti 100 Lebih Atlet, Jadi Evaluasi Pembinaan Menuju 2027

RAMAI: Sejumlah atlet mengikuti Kejurprov National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Lebih dari 100 atlet dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel cabang olahraga para atletik dan para panahan di Banjarbaru, Jumat (4/9/2026).

Kejurprov yang digelar di Kantor Sekretariat NPCI Kalsel tersebut menjadi momentum evaluasi perkembangan atlet disabilitas sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah berjalan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz mengatakan, hasil kejuaraan akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas program pembinaan atlet disabilitas.

“Hari ini kita membuka kegiatan Kejurprov untuk teman-teman yang berada dalam ekosistem atlet disabilitas. Kita berharap melalui kegiatan ini bisa mengevaluasi pembinaan yang selama ini berjalan,” ujarnya.

Menurut Pebriadin, para atletik dan para panahan dipilih karena menjadi cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk menyumbangkan medali bagi Kalsel di tingkat nasional.

Fokus tersebut, kata dia, bukan berarti mengesampingkan cabang olahraga lainnya. Pembinaan tetap dilakukan pada nomor-nomor lain, tetapi penguatan sementara diarahkan pada cabang yang memiliki peluang prestasi lebih besar.

“Kita mencoba untuk memaksimalkan pembinaan pada nomor-nomor unggulan untuk kemudian dievaluasi. Harapannya, ketika berada di level nasional, kita bisa kembali memetik hasil dari pembinaan yang selama ini dilakukan,” katanya.

Pebriadin menilai persaingan olahraga disabilitas di daerah lain juga terus berkembang. Kondisi tersebut membuat Kalsel perlu meningkatkan intensitas pembinaan sekaligus mempertahankan prestasi yang telah dicapai.

“Nomor-nomor lain tetap kita lakukan pembinaan. Namun, untuk saat ini kita fokus pada nomor-nomor unggulan. Ke depan, nomor-nomor potensial juga akan kita kompetisikan sehingga menambah semangat atlet untuk lebih giat berlatih,” jelasnya.

Selain meningkatkan intensitas latihan dan kompetisi, Dispora Kalsel juga mulai mendorong penerapan pendekatan sport science dalam pembinaan atlet disabilitas.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat proses latihan dan peningkatan performa atlet dapat dilakukan secara lebih terukur.

Sementara itu, Ketua Umum NPCI Kalsel Sumansyah mengatakan Kejurprov kali ini mempertandingkan para atletik dan para panahan dengan sejumlah nomor pertandingan.

“Untuk para atletik, ada nomor tolak lempar dan untuk para panahan. Total atlet yang mengikuti sekitar 100 lebih dari kabupaten/kota,” ungkapnya.

Untuk nomor tolak lempar, terdapat 14 nomor pertandingan, sedangkan para panahan mempertandingkan empat nomor.

Sumansyah menegaskan, Kejurprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi atlet yang telah menjalani program pembinaan.

Hasil pertandingan nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan pembinaan dan komposisi atlet pada program tahun berikutnya.

“Bisa saja atlet yang sudah dibina dan dilatih selama sembilan bulan ternyata tidak mengalami kemajuan. Kemudian ada atlet dari kabupaten atau kota yang mampu melebihi limitnya, sehingga berpotensi menggantikan atlet yang sebelumnya masuk program pembinaan pada 2027,” jelasnya.

Karena itu, Sumansyah meminta pengurus NPCI kabupaten/kota terus memperkuat pembinaan di daerah masing-masing melalui latihan rutin dan dukungan berkelanjutan kepada para atlet.

“Kami mengimbau kepada seluruh ketua NPCI kabupaten/kota untuk memberikan yang terbaik kepada anggota maupun atletnya, memberikan latihan di masing-masing kabupaten/kota dan tetap menjaga solidaritas dalam NPCI,” pungkasnya.

Kejurprov ini menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pembinaan atlet disabilitas Kalsel berjalan berdasarkan perkembangan prestasi, bukan hanya lama mengikuti program. Hasil kompetisi juga akan menjadi bagian dari evaluasi menuju program pembinaan 2027.

Penulis; H. Faidur

Lebih baru Lebih lama