Trending

Kalsel Bergantung Pasokan Luar Daerah, Pemprov Perkuat Jalur Logistik

SOSOK: Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengikuti Rapat Koordinasi Penyampaian Hasil Analisa Perdagangan Antar Wilayah - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JABAR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi logistik untuk menjaga kelancaran perdagangan antarwilayah sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok dan pangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan salah satu tantangan perdagangan antarwilayah di Kalsel adalah tingginya ketergantungan pasokan sejumlah komoditas kebutuhan pokok dan pangan dari luar daerah.

“Lebih dari 90 persen pasokan beberapa komoditas kebutuhan pokok dan pangan dari luar Kalimantan Selatan didominasi dari Jawa Timur. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena sangat berkaitan dengan kelancaran distribusi dan pembentukan harga di daerah,” ujar Ahmad Bagiawan di Bogor, Senin (28/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Ahmad menghadiri Rapat Koordinasi Penyampaian Hasil Analisa Perdagangan Antar Wilayah di Kawasan Indonesia Barat yang diprakarsai Kementerian PPN/Bappenas.

Menurut Ahmad, tantangan distribusi tidak hanya berasal dari ketergantungan pasokan, tetapi juga kondisi infrastruktur dan konektivitas pelabuhan.

Sejumlah persoalan yang disebutnya antara lain pendangkalan alur Sungai Barito, keterbatasan kapasitas penumpukan kontainer, kemacetan akses menuju pelabuhan, serta waktu tunggu kapal yang relatif lama.

“Ketika arus distribusi tidak lancar, biaya logistik dan waktu distribusi dapat meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa memberikan tekanan terhadap harga barang yang diterima masyarakat,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kalsel menyiapkan sejumlah penguatan konektivitas perdagangan dan jaringan logistik.

Langkah tersebut antara lain pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kabupaten Tanah Bumbu, peningkatan kualitas jalan bypass Banjarbaru–Tanah Bumbu, pembangunan koridor jalan logistik Banjarbaru menuju wilayah Banua Anam, serta pusat distribusi regional (PDR) di kawasan Banjarbakula, Banua Anam dan Saijaan Bersujud.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun sistem perdagangan yang lebih efisien. Infrastruktur konektivitas menjadi sangat penting agar pergerakan barang dari sentra produksi menuju pasar maupun dari pintu masuk ke wilayah konsumen dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” katanya.

Dalam forum tersebut, perwakilan Kementerian Perdagangan, Yugo dari bidang Perencanaan, menyambut baik informasi dan rencana strategis yang disampaikan Pemprov Kalsel. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan dalam perencanaan dan penguatan kebijakan perdagangan antarwilayah.

Ahmad berharap hasil pembahasan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem perdagangan Kalsel.

“Kita berharap ini menjadi salah satu sumbangsih bagi Banua. Salah satu janji Gubernur adalah bagaimana Banua ini menjadi lebih maju dan sejahtera. Karena itu, perdagangan yang efisien, distribusi yang lancar dan konektivitas yang semakin baik harus terus kita dorong bersama,” pungkasnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama