RILISKALIMANTAN.COM, KALIMANTAN TENGAH – Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi sarana bagi PT PLN (Persero) untuk memperluas makna pelayanan kepada masyarakat. Di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah, PLN melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya turut hadir menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat sekaligus melindungi infrastruktur ketenagalistrikan dari dampak kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 438 personel PLN disiagakan di empat pos strategis di wilayah Kalimantan Tengah. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan selama periode status siaga Karhutla yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026. Selain memastikan kesiapan menjaga jaringan transmisi, personel PLN juga mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di sekitar wilayah kerja.
Upaya mitigasi dilakukan secara berlapis, mulai dari pemantauan titik panas secara real time melalui pemetaan satelit yang diselaraskan dengan koordinat jalur transmisi 150 kV, hingga pelaksanaan Patroli Ground Patrol (PGP) secara rutin untuk memantau kondisi Right of Way (ROW) dan area sekitar tower transmisi.
Melalui pemantauan tersebut, PLN dapat melakukan langkah antisipasi lebih cepat apabila ditemukan potensi kebakaran yang mendekati infrastruktur ketenagalistrikan maupun permukiman masyarakat. Dalam pelaksanaannya, PLN memperkuat koordinasi dan sinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri.
Tidak hanya melalui kesiapsiagaan operasional, kepedulian PLN terhadap masyarakat diwujudkan melalui Employee Volunteering Program dengan menyalurkan masker bagi masyarakat yang terdampak asap Karhutla.
Kepedulian tersebut juga diperkuat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). PLN melibatkan dua kelompok masyarakat binaan, yakni Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Kameloh Baru dan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Kalampangan, yang berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.
Manager UPT Palangkaraya Eko Prasetyo mengatakan, momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga listrik tetap menyala juga berarti menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat kesiapsiagaan personel, pemantauan di lapangan, serta sinergi bersama BPBD, TNI, Polri dan kelompok masyarakat dalam mencegah maupun menangani Karhutla,” ujar Eko.
General Manager UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan menambahkan, komitmen PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, tantangan Karhutla membutuhkan kesiapan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas pihak agar dampaknya dapat diminimalkan.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk semakin memperkuat kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Dalam menghadapi Karhutla, menjaga keandalan jaringan berjalan beriringan dengan upaya melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran PLN tidak hanya dirasakan melalui listrik yang andal, tetapi juga melalui aksi nyata dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkap Riko.
Sumber: Rilis PLN UIP3B Kalimantan
