![]() |
| DIRENOVASI: Pemko Banjarmasin berencana membongkar taman dan Monumen Kayuh Baimbai di persimpangan Jalan Pangeran Antasari untuk keperluan rehabilitasi total - Foto Dok Rian |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL— Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin membongkar taman dan Monumen Kayuh Baimbai di persimpangan Jalan Pangeran Antasari untuk keperluan rehabilitasi total.
Langkah ini diambil menyusul temuan teknis yang menunjukkan adanya kemiringan pada struktur bangunan relief hingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, menegaskan bahwa penanganan cepat harus dilakukan agar bangunan taman tersebut tidak roboh.
"Secara teknis struktur bangunan taman relief itu terjadi kemiringan. Dinilai membahayakan kalau seandainya tidak kita lakukan perbaikan secara segera," ungkap Tezar saat dikonfirmasi, sabtu (1/8/2026).
Selain perbaikan struktur fisik, Pemko Banjarmasin menggandeng pihak ketiga dari perusahaan periklanan untuk menata ulang kawasan tersebut menjadi Taman Bamara.
Lokasi strategis ini nantinya juga bakal dilengkapi media videotron guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aksi pembongkaran aset publik tersebut memantik perhatian serius dari kalangan seniman dan budayawan lokal. Pasalnya, relief pada monumen tersebut merupakan karya berharga dari maestro seni rupa Banua, Misbach Tamrin.
Melalui akun Instagram resminya, Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin (DKBJM) Hajriansyah, mengapresiasi niat Pemko dalam mempercantik estetika kota, namun ia memberikan catatan kritis terkait perlindungan warisan budaya.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas hilangnya Monumen Kayuh Baimbai karya Maestro Misbach Tamrin. Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya merawat sejarah, menghormati para maestro, dan menjaga identitas kebudayaan untuk generasi mendatang," tegas Hajriansyah.
DKBJM pun mendesak pemerintah daerah agar membuka ruang dialog yang inklusif bersama para pelaku seni sebelum melakukan perubahan mendasar pada fasilitas publik berunsur sejarah.
Menanggapi dinamika tersebut, Pemko Banjarmasin memastikan nilai historis dan karakter artistik ikon tersebut tidak akan dihilangkan begitu saja.
Tezar menyampaikan bahwa Wali Kota Banjarmasin telah memberi arahan agar elemen desain utama tetap dilestarikan.
"Berdasarkan arahan Pak Wali Kota, secara struktur akan kita perbaiki, tetapi untuk desain-desain tertentu akan tetap kita pertahankan. Relief-relief lainnya mungkin diperbaharui dengan tetap mempertahankan desain tersebut," terang Tezar.
Sebagai langkah konkret, pihak Pemkot dijadwalkan bakal melakukan pertemuan tatap muka langsung dengan sang maestro, Misbach Tamrin, dalam waktu dekat.
"Kami berdasarkan arahan Pak Wali akan langsung mendatangi Pak Misbach setelah Pak Wali pulang dari umrah. Mudah-mudahan hari Selasa atau Rabu nanti bisa bertemu langsung dengan beliau," pungkas Tezar.
Penulis: Rian
