![]() |
| RAMAI: Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan menggelar jalan santai menggunakan pakaian adat - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Semangat Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan dengan cara berbeda oleh Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan. Sebanyak 75 penerima manfaat mengikuti jalan santai dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan panti itu juga diikuti para pegawai sebagai bentuk kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme melalui keberagaman budaya Nusantara.
Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun semangat persatuan, mempererat kebersamaan, serta memberikan ruang bagi para penerima manfaat untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan hari besar nasional dan daerah.
"Hari ini kami melaksanakan jalan santai dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Menurut Andrie, seluruh penerima manfaat dilibatkan agar mereka dapat merasakan suasana perayaan bersama sekaligus meningkatkan rasa percaya diri melalui aktivitas yang positif dan inklusif.
Ia menilai jalan santai tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga mengandung nilai edukasi dengan mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman budaya Indonesia.
"Dengan kegiatan ini kami ingin memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, mengenang perjuangan para pahlawan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara seluruh penerima manfaat maupun pegawai," katanya.
PRSPDNF Fajar Harapan berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat gotong royong, cinta tanah air, dan kekeluargaan sehingga para penerima manfaat semakin termotivasi menjalani proses rehabilitasi dan lebih percaya diri berbaur di tengah masyarakat.
Penulis: H. Faidur
