Trending

Pemprov Kalsel Kawal Pembangunan Dua Bendung di Banua Anam, Perkuat Pengendalian Banjir dan Irigasi

SOSOK: Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air. Langkah ini dilakukan guna mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan layanan irigasi pertanian di kawasan Banua Anam.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, saat Bincang Santai Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel bersama insan media di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).

Astuti mengatakan, pada akhir Juli 2026 Pemprov Kalsel mengawal enam bupati di wilayah Banua Anam untuk menyampaikan usulan kebutuhan pengendalian banjir dan penguatan irigasi kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

“Kami mengawal enam bupati untuk menyampaikan berbagai kebutuhan daerah terkait pengendalian banjir dan irigasi. Alhamdulillah, respons dari Ditjen Sumber Daya Air sangat positif,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah pusat memberikan sinyal positif terhadap rencana pembangunan dua bendung di kawasan Banua Anam yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.

Dua infrastruktur yang diusulkan yakni Bendung Pitap dan Bendung Pancur Hanau. Kehadiran kedua bendung tersebut diharapkan mampu memperkuat pengendalian banjir, menjamin ketersediaan air irigasi, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kalimantan Selatan.

Menurut Astuti, pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah.

Selain itu, Kalimantan Selatan juga mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai satu dari empat provinsi yang ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 sebagai kawasan pengembangan swasembada pangan, energi, dan air.

Program strategis nasional tersebut akan dilaksanakan di seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dengan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

“Program ini sedang berproses di tingkat Kementerian Koordinator dan Bappenas. Kalimantan Selatan memperoleh apresiasi karena memiliki kelengkapan data yang dinilai paling siap dibandingkan daerah lain,” katanya.

Astuti optimistis program tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pertanian, kehutanan, kelautan, permukiman, hingga pembangunan infrastruktur.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat berkolaborasi sehingga program strategis ini mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama