Trending

Karya Kreatif Indonesia 2026: Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, Momentum Perkuat Akses Pasar dan Pembiayaan UMKM Kalsel

 

PAMOR BORNEO 2026: Gubernur Kalsel H Muhidin beserta jajaran saat mengunjungi stand yang menawarkan investasi di wilayah Kalimantan dalam even PAMOR BORNEO tahun 2026, jumat (7/8/2026) di Hotel Fugo Banjarmasin - Foto Dok Istimewa


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja. Salah satu upaya Bank Indonesia (BI) untuk mendorong UMKM naik kelas adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. 

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas A.M. Djiwandono, saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas", kamis (20/8/2026) di JICC Jakarta. 

Talkshow digelar sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, gelaran BI bersinergi dengan otoritas dan penggiat UMKM. KKI 2026 mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare yang artinya Berdaya Bersama-sama. Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi. 

“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia," ujar Thomas. 


Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas. Gerakan Korporasi Gandeng UMKM menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha. Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas. Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 antara lain melalui fasilitasi business matching, yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.

Sepanjang tahun 2026, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memfasilitasi business matching ekspor kepada 2 UMKM dengan nilai sebesar Rp2,08M dan business matching pembiayaan kepada 112 UMKM dengan nilai sebesar Rp8,7M hingga bulan Agustus 2026. 

Hal tersebut mempertegas komitmen Bank Indonesia untuk terus memperluas akses pembiayaan terhadap UMKM di daerah untuk memperluas pasar dan mengembangkan usahanya dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

BI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata. Sinergi ini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif.

Akselerasi pembiayaan terus berjalan di Kalsel, tercermin dari realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalsel hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur dengan skema mikro mendominasi sebesar Rp1,76 triliun, serta ditopang pembiayaan Ultra Mikro (UMi) senilai Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur. Penguatan juga dilakukan melalui pelatihan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) kepada pelaku UMKM dan pendataan pelaku usaha yang potensial dibiayai melalui aplikasi BISAID. Lebih lanjut, sinergi lintas instansi terus dilakukan, antara lain bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalsel untuk mendorong legalitas usaha UMKM agar semakin dipercaya lembaga keuangan dan Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Selatan untuk pembinaan pelaku usaha ultra mikro dan pra sejahtera.

BI mengajak seluruh pemangku kepentingan dan korporasi untuk terus meningkatkan intermediasi untuk mendukung sektor riil, terutama UMKM. Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM diharapkan semakin banyak UMKM terhubung dengan rantai nilai, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh dan naik kelas. Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama mendorong UMKM naik kelas, memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sumber: Rilis BI

Lebih baru Lebih lama