Trending

Diskominfo Kalsel Perkuat Peran Media untuk Cegah Karhutla, Informasi Diminta Lebih Cepat

SOSOK: Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim bersama Wamenko Hanif Faisol - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran media sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi rawan kebakaran.

Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim mengatakan, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, edukasi, sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai ancaman karhutla.

Hal tersebut disampaikannya setelah mengikuti Apel Penanganan Karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Apel tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, sejumlah kepala dinas terkait, tenaga ahli gubernur, barisan pemadam kebakaran swasta, serta perwakilan perusahaan.

Menurut Muhamad Muslim, komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan berbagai langkah penanganan karhutla diketahui dan dipahami masyarakat.

Karena itu, Diskominfo Kalsel mengoptimalkan berbagai kanal media untuk menyebarkan informasi mengenai pencegahan maupun penanganan karhutla.

“Dalam rangka mengomunikasikan, menginformasikan, dan mengedukasikan masyarakat dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla, kita sangat mengoptimalkan semua peranan media yang kita punya, termasuk media-media lainnya,” kata Muhamad Muslim.

Ia menilai penyampaian informasi yang cepat dan tepat dapat membantu masyarakat memahami kondisi di lapangan sekaligus mengetahui langkah yang dilakukan pemerintah bersama berbagai unsur dalam menghadapi karhutla.

Komunikasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat mengambil langkah pencegahan sejak dini. Informasi mengenai potensi kebakaran, kondisi wilayah rawan, hingga langkah penanganan perlu disampaikan secara mudah dipahami agar masyarakat dapat ikut berperan.

Muhamad Muslim menjelaskan, komunikasi publik juga berkaitan dengan proses evaluasi dan mitigasi. Berbagai potensi maupun kemungkinan yang dapat terjadi harus dipetakan dan kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat.

“Upaya-upaya penanganan yang tadi dirancang dan direncanakan, kemudian juga dimitigasi berbagai potensi dan kemungkinan yang akan terjadi, dapat kita optimalkan,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah, media, dunia usaha, masyarakat, hingga unsur pemadam kebakaran perlu membangun koordinasi agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat berjalan lebih efektif.

Diskominfo Kalsel, kata dia, akan terus memberikan dukungan melalui penguatan komunikasi publik dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Kita dengan semua jajaran berupaya menunjukkan dukungan terhadap masyarakat. Mudah-mudahan upaya-upaya ini dalam satu sampai dua minggu ke depan memberikan dampak yang optimal terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Penguatan peran media tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla.

Dengan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.

Penulis: H. Faidur 

Lebih baru Lebih lama