Trending

Diatonis Rampungkan Album Perdana, Tutup Perjalanan Musik Lewat Single "Nadir"

SINGLE: Grup musik Diatonis menyelesaikan album perdana mereka usai merilis single kedelapan bertajuk "Nadir" - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Industri musik Kalimantan Selatan kembali menunjukkan geliat positif. Grup musik Diatonis resmi merampungkan album perdana mereka setelah merilis single kedelapan bertajuk "Nadir", Senin (3/8/2026).

Lagu yang menjadi penutup album tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan grup musik Musikmatika dan kini telah tersedia di berbagai platform musik digital serta YouTube.

"Nadir" diciptakan oleh Farid, vokalis sekaligus gitaris Musikmatika. Lagu ini lahir dari inspirasi yang ia peroleh saat mengikuti Salat Jumat dan mengangkat pesan tentang bangkit dari titik terendah dalam kehidupan.

Drummer Diatonis, Trisna, mengatakan "Nadir" dipilih sebagai lagu penutup karena mampu melengkapi benang merah album perdana mereka.

Menurutnya, sebagian besar lagu Diatonis sebelumnya mengangkat tema keputusasaan, kehilangan, dan luka batin. Sementara "Nadir" hadir sebagai penutup dengan pesan harapan dan optimisme.

"Lagu ini menjadi penyemangat agar kita tidak pernah putus asa. Sangat relevan melengkapi perjalanan emosional album pertama kami," ujar Trisna.

Rampungnya album perdana menjadi tonggak baru bagi perjalanan Diatonis. Setelah menyelesaikan tur di Pelaihari, Pagatan, Batulicin, hingga Kotabaru, mereka mulai menyiapkan proyek album kedua.

Trisna mengungkapkan Diatonis berencana kembali berkolaborasi dengan Musikmatika sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak musisi lokal Kalimantan Selatan untuk terlibat dalam karya berikutnya.

Di tengah rampungnya album Diatonis, kabar baik juga datang dari Overdose Band yang tengah mempersiapkan mini album atau Extended Play (EP) perdana.

Vokalis Overdose, Ananda Fadilah, mengatakan EP tersebut akan berisi lagu-lagu yang diangkat dari pengalaman nyata para personelnya.

Empat lagu yang dipastikan masuk dalam EP yakni Menuju Terang, Mati, Kecewa, dan Di Atas Trauma.

Menurut Nanda, setiap lagu memiliki cerita yang berbeda, mulai dari perjuangan bangkit dari keterpurukan hingga kehilangan orang tercinta.

"Konsep utama mini album ini adalah kejujuran emosional. Semua lagu Overdose dibuat berdasarkan pengalaman pribadi personel sehingga memiliki kedekatan yang kuat dengan pendengar," katanya.

Kehadiran album perdana Diatonis dan persiapan EP Overdose menjadi sinyal positif bahwa ekosistem musik independen di Kalimantan Selatan terus berkembang dengan karya-karya baru dari musisi lokal.

Penulis: Rian

Lebih baru Lebih lama