![]() |
| LOGO: BMKG Kalsel memprakirakan cuaca di Kalimantan Selatan selama periode 5–11 Agustus 2026 didominasi kondisi cerah hingga berawan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kalimantan Selatan selama periode 5–11 Agustus 2026 didominasi kondisi cerah hingga berawan. Meski memasuki puncak musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin, Rara Rahmita Nurafifah, mengatakan suhu udara di Kalimantan Selatan diperkirakan berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 48–99 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam.
Pada periode 5–7 Agustus, wilayah utara Kalimantan Selatan seperti Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara diprakirakan cerah berawan. Adapun Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut berpotensi diguyur hujan ringan.
Sedangkan wilayah barat yang meliputi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru diprakirakan tetap didominasi cuaca cerah berawan.
Memasuki periode 8–11 Agustus, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih diprediksi cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan masih terjadi di wilayah timur, terutama Kotabaru dan Tanah Bumbu.
BMKG menyatakan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem selama periode tersebut. Namun, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang laut.
Gelombang laut diperkirakan dapat mencapai 2,5 meter di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru pada 6–8 Agustus 2026, sehingga nelayan maupun operator kapal tongkang dan kapal feri diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi pasang maksimum di muara Sungai Barito pada 10–11 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00–06.00 Wita, dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 2,6 meter.
Seiring berlangsungnya musim kemarau, masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkan air hujan sebagai cadangan apabila memungkinkan, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.
Penulis: H. Faidur
.jpeg)