![]() |
| RAMAI: Even kejuaraan Banjarmasin Bridge Open Tournament Walikota Cup 2026 yang digelar 8–9 Agustus 2026 di Aula FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin - Foto Dok Rian |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Olahraga bridge terus menunjukkan eksistensinya di Kota Banjarmasin.
Melalui kejuaraan Banjarmasin Bridge Open Tournament Walikota Cup 2026, Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Banjarmasin bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkomitmen mempopulerkan sekaligus membumikan cabang olahraga pemikir ini kepada masyarakat luas.
Kegiatan Banjarmasin Bridge Open Tournament Walikota Cup 2026 sendiri berlangsung Sabtu-Minggu (8–9/8/2026) di Aula FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Even ini sendiri digelar sekaligus dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke-500.
Turnamen ini menjadi momentum strategis untuk mengenalkan bridge tidak sekadar sebagai permainan kartu, melainkan cabang olahraga prestasi yang mengasah kemampuan kognitif.
Ketua Pelaksana Turnamen Sabrie Madani, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dan atlet terhadap pengenalan olahraga ini cukup tinggi. Sebanyak 137 atlet berpartisipasi, terdiri dari 51 atlet kategori Under 23 (U-23) dan 86 atlet kategori Umum.
"Pertandingan memperebutkan gelar di dua nomor utama, yaitu nomor Empat Kawanan (beregu) di hari pertama dan nomor Pasangan di hari kedua," terang Sabrie.
Upaya memasyarakatkan bridge di Kota Banjarmasin ini juga berhasil menarik perhatian peserta dari luar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), seperti Sampit (Kotawaringin Timur), Palangka Raya, Katingan, hingga Kapuas. Tingginya partisipasi luar daerah mempertegas daya tarik olahraga bridge saat dikemas dalam kompetisi yang kompetitif.
Terkait keterbatasan sarana dan prasarana yang masih dihadapi pengurus daerah, panitia mengatasinya lewat kolaborasi lintas daerah, seperti meminjam meja pertandingan dan peralatan dari GABSI Kabupaten Tanah Laut (Tala) serta Kotabaru. Keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat untuk terus memperkenalkan olahraga ini kepada generasi muda.
Langkah sosialisasi dan pengembangan bridge mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda, saat membuka acara menyatakan bahwa bridge merupakan olahraga unik yang memberikan dampak positif pada kesehatan mental.
"Permainan bridge ini banyak sekali manfaatnya, terutama untuk kesehatan otak dan pikiran. Melalui turnamen ini, kita berharap keberadaan bridge makin dikenal, sekaligus mengasah kompetensi dan kebugaran mental para atlet," ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan komitmen Pemko Banjarmasin dan KONI untuk menindaklanjuti kebutuhan fasilitas pendukung, agar pembinaan dan sosialisasi olahraga bridge di Banjarmasin dapat berjalan lebih optimal di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah, menekankan pentingnya peran kolaboratif dalam memperluas jangkauan olahraga ini.
"Cabang olahraga bridge makin hari makin dikenal luas. Ini tugas kita bersama, khususnya pengurus cabang, untuk membumikan dan mensosialisasikan bridge sebagai olahraga prestasi yang merakyat," tegasnya.
Melalui ajang bertepatan dengan Harjad Kota Banjarmasin ke-500 ini, diharapkan olahraga bridge semakin memasyarakat serta mampu melahirkan bibit-bibit atlet berbakat baru dari Kota Seribu Sungai.
Penulis: Rian
