![]() |
| RAMAI: Jajaran Dinsos Kalsel melakukan peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan persiapan operasional tiga Sekolah Rakyat (SR) di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu. Hingga kini, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 85 persen, sementara kuota peserta didik jenjang SD masih belum terpenuhi.
Persiapan juga dilakukan pada aspek sumber daya manusia dan penetapan peserta didik agar program nasional Kementerian Sosial tersebut dapat segera beroperasi sesuai target.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Rahmady Abbasmay, mengatakan pembangunan fisik di tiga lokasi Sekolah Rakyat terus dikebut.
"Secara fisik pembangunan sudah mencapai sekitar 85 persen. Dengan luasan kawasan yang cukup besar, progres tersebut sudah sangat baik dan terus dikebut agar dapat segera difungsikan," ujar Rahmady di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Selain pembangunan sarana, proses penerimaan peserta didik baru juga terus berjalan. Setiap jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, ditargetkan menerima masing-masing 90 siswa.
Rahmady mengungkapkan kuota peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Namun, pemenuhan kuota siswa SD masih menjadi tantangan karena masih terdapat kekurangan sekitar 40 hingga 50 calon peserta didik.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kekhawatiran sebagian orang tua untuk melepas anak usia sekolah dasar mengikuti sistem pendidikan berasrama atau boarding school.
"Kalau SMP dan SMA sudah tidak ada kendala, kuotanya sudah terpenuhi. Yang masih menjadi tantangan adalah SD karena banyak orang tua yang masih merasa khawatir melepas anaknya tinggal di asrama. Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami konsep Sekolah Rakyat ini," jelasnya.
Ia optimistis kepercayaan masyarakat akan meningkat setelah program tersebut berjalan dan memberikan hasil nyata.
Di sisi lain, tahapan seleksi calon peserta didik telah selesai dilaksanakan. Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu hasil penetapan dari Person in Charge (PIC) Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Persiapan juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Rekrutmen kepala sekolah dan guru masih berlangsung di Kementerian Sosial, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan guru sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.
"Rekrutmen kepala sekolah dan tenaga pendidik masih berproses di Kementerian Sosial. Sementara itu, pemerintah daerah diminta membantu menyiapkan guru sementara hingga proses rekrutmen selesai," katanya.
Rahmady menambahkan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ditargetkan berlangsung pada 14 Juli 2026. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan bangunan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik.
"Target MPLS memang pada 14 Juli, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan bangunan dan sumber daya manusia. Jika semuanya telah siap, maka kegiatan akan segera dimulai," pungkasnya.
Penulis: H. Faidur

