![]() |
| PENANAMAN: Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, memimpin aksi penghijauan di kawasan eks pendulangan intan Pumpung, Cempaka - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjarbaru menggelar aksi penghijauan di kawasan bekas pendulangan intan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Minggu (19/7/2026). Melalui kegiatan bertajuk Pesta Pohon PKB, partai tersebut menanam lebih dari seribu bibit pohon sebagai upaya mendukung pemulihan lingkungan sekaligus mendorong kebangkitan kawasan wisata bersejarah di Banjarbaru.
Selain penghijauan, kegiatan juga diisi dengan penebaran bibit ikan sebagai bagian dari pengembangan ketahanan pangan dan potensi wisata alam di kawasan eks tambang intan tersebut.
Ketua DPC PKB Kota Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, mengatakan kawasan Pumpung dipilih karena memiliki nilai sejarah sebagai lokasi ditemukannya Intan Trisakti pada 1965 yang menjadi salah satu ikon Kota Banjarbaru.
Menurutnya, aksi penghijauan ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan yang pernah dikenal sebagai sentra pendulangan intan agar memiliki nilai ekologis sekaligus daya tarik wisata.
"Pumpung Cempaka mempunyai cerita sendiri dan Banjarbaru terkenal sebagai Kota Penghasil Intan. Kami berharap nantinya kita bisa melihat kawasan wisata yang ikonik di Pumpung ini terkait dengan sejarah Kota Intannya. Dengan kegiatan ini PKB ingin berada bersama-sama masyarakat, mulai kembali memperhatikan alam," ujar Ririk.
Ia menjelaskan, lebih dari seribu bibit pohon ditanam di berbagai wilayah Kota Banjarbaru. Khusus di kawasan Pumpung, sebanyak 50 bibit terdiri atas berbagai jenis tanaman, mulai dari kopi hingga tanaman buah-buahan.
"Bibit pohon yang ditanam pun bervariasi, mulai dari pohon kopi hingga tanaman buah-buahan. Tentu nanti komunitas yang mengelola kawasan ini bisa menjaga dan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar," katanya.
Tidak hanya berfokus pada penghijauan, PKB juga menebarkan bibit ikan di danau kawasan eks pendulangan intan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis alam.
Ririk menilai aktivitas pendulangan pada masa lalu meninggalkan dampak terhadap kondisi lingkungan. Karena itu, kolaborasi bersama komunitas lokal dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi langkah penting untuk memulihkan kawasan tersebut.
"Dari PKB hanya sebagai motor penggerak saja, pendukung pemula yang melaksanakan kegiatan ini. Mudah-mudahan nanti bisa diikuti oleh masyarakat luas," ujarnya.
Ia optimistis, dengan konsistensi komunitas dan dukungan berbagai pihak, kawasan Pumpung dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banjarbaru.
"Saya yakin dan percaya kawasan Pumpung ini akan membaik nantinya, dan akan menjadi kawasan wisata yang cukup ikonik di Banjarbaru. Kalau melihat kondisi alamnya maka kawasan ini bisa dikembangkan, saya sebagai salah satu wakil rakyat akan ikut mendorong pemerintah agar ke depan kawasan ini semakin diperhatikan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif, Amang Salim, yang diwakili Harie Insani Putera, mengatakan kawasan tersebut saat ini dikelola secara mandiri oleh komunitas dengan tujuan mengembangkan destinasi wisata alam berbasis sejarah.
"Kami dari komunitas bekerja bersama-sama untuk menjadikan kawasan ini destinasi wisata di Pumpung. Awalnya lahan di dekat kawasan pendulangan intan ini sangat lebat rumputnya, namun karena kami ingin ada kegiatan lalu bersepakat membersihkan dan membuat komunitas," jelas Harie.
Ia mengapresiasi dukungan PKB terhadap pengembangan kawasan Pumpung dan berharap semakin banyak pihak ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan destinasi wisata tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua LPM Kota Banjarbaru Adi S, Lurah Sungai Tiung Fitriyadi, tokoh masyarakat, puluhan warga Sungai Tiung, serta kader PKB.
Penulis: H. Faidur
