![]() |
MINI SOCCER: Tenaga kesehatan (nakes) mengikuti turnamen Mini Soccer Sultan Cup Season 2 Tahun 2026 yang digelar oleh RSUD Sultan Suriansyah di Lapangan Upik Mini Soccer – Foto Diskominfo Banjarmasin |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menyalurkan hobi sekaligus menjaga kebugaran dalam turnamen Mini Soccer Sultan Cup Season 2 Tahun 2026 yang digelar oleh RSUD Sultan Suriansyah.
Turnamen yang sekaligus menyemarakkan HUT ke-500 Kota Banjarmasin dan HUT ke-7 RSUD Sultan Suriansyah ini resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, di Lapangan Upik Mini Soccer, Selasa (14/07/2026).
Bagi para nakes, ajang ini menjadi angin segar untuk melepas penat dari rutinitas klinis, sekaligus membangun sinergi fisik yang prima demi menunjang kualitas pelayanan kesehatan ke depan.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, mengapresiasi antusiasme para nakes yang ikut bertanding. Menurutnya, kesehatan fisik para pelayan masyarakat di sektor kesehatan harus tetap terjaga, salah satunya lewat olahraga rutin seperti sepak bola mini ini.
"Ini dilaksanakan oleh Rumah Sakit Sultan Suriansyah, mengundang beberapa RS daerah, dan tentunya ada dari Kalimantan Selatan, ada juga dari Kalimantan Tengah. Ini ajang kegiatan warga tentunya untuk badan sehat, dan tentunya juga memupuk persaudaraan antar-tenaga kesehatan," ujar Wali Kota.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, turnamen ini dirancang untuk memupuk kebersamaan. Solidaritas dan kerja sama tim yang biasa diterapkan di ruang perawatan, kini diuji di lapangan hijau dalam koridor olahraga yang sehat.
"Junjung tinggi sportivitas. Jangan sampai semangat menjadi juara mengalahkan nilai persaudaraan yang kita bangun bersama," pesan Yamin kepada para pemain.
Mengingat para peserta merupakan kalangan profesional di bidang kesehatan, sikap disiplin dan patuh pada aturan juga menjadi sorotan utama. Wali Kota menekankan agar semangat kompetitif tetap diimbangi dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi pertandingan guna menghindari cedera.
"Kegiatan ini kita berharap bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, aman, dan tentunya dalam setiap pertandingan harus menjunjung tinggi sportivitas serta mematuhi aturan yang sudah ditetapkan," tambahnya.
Harapan besar pun ditaruh pada turnamen ini agar dapat mencairkan sekat-sekat birokrasi antar-instansi kesehatan di dua provinsi bertetangga tersebut.
"Harapan kita, yang pasti adalah menambah silaturahmi antar-tenaga kesehatan yang ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," pungkas Yamin.
Kehadiran turnamen ini dinilai sangat berdampak positif bagi iklim kolaborasi dunia medis. Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr. H. Fajar Sukma Nan Agung, memaparkan bahwa turnamen tahun ini berhasil mempertemukan 16 tim tangguh yang terdiri dari representasi rumah sakit pemerintah, swasta, hingga Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kalselteng.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan dan mempererat silaturahmi antar-insan kesehatan," jelas dr. Fajar.
Selain mendapatkan manfaat kesehatan dan relasi baru, para nakes yang bertanding juga berkesempatan membawa pulang apresiasi prestasi. Terkait hal ini, Wali Kota Banjarmasin membenarkan adanya stimulus untuk memotivasi para peserta.
"Pastinya ada piala bergilir, dan juga mungkin ada uang pembinaannya. Besarannya tergantung (kebijakan panitia)," imbuh Yamin.
Guna melengkapi dampak positif bagi kesehatan masyarakat luas, rangkaian Sultan Cup ini juga diintegrasikan dengan aksi kemanusiaan berupa bakti sosial dan donor darah.
Melalui kegiatan ini, para nakes membuktikan bahwa selain tangguh di lapangan hijau, mereka tetap menjadi garda terdepan dalam menebar kepedulian sosial.
Penulis: Rian

