RILISKALIMANTAN.COM, KALIMANTAN SELATAN – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) mendorong peningkatan daya saing produk olahan limau kuit khas Banjarbaru melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program pemberdayaan tersebut digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat potensi ekonomi lokal berbasis produk unggulan daerah.
Program diwujudkan melalui Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Limau Kuit yang berlangsung di Aula Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru. Sebanyak 17 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Jaya Makmur Casheila serta masyarakat sekitar mengikuti pelatihan dengan menghadirkan narasumber Reza Ardi Ferdian dari CV Bagus Agriseta Mandiri, Jawa Timur.
Pelatihan membahas berbagai aspek pengembangan produk olahan limau kuit, mulai dari inovasi produk, teknik pengolahan yang baik, peningkatan kualitas, hingga strategi menciptakan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar. Setelah penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung di tempat produksi Poklahsar Jaya Makmur Casheila untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.
Lurah Sungai Ulin, Guntur Adi Prasetyo, S.STP, mengapresiasi inisiatif PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program tersebut.
"Kami mengapresiasi kepedulian PLN UP2B Kalselteng dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program TJSL. Pelatihan ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha, mengembangkan potensi lokal, serta mendorong terciptanya produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Sungai Ulin." ungkap Guntur.
Ketua Poklahsar Jaya Makmur Casheila, Muhammad Ryan Perdana, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan dan keterampilan baru yang menjadi bekal bagi kelompok dalam mengembangkan produk olahan limau kuit yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Manager PLN UP2B Kalselteng, Indrayadi, mengatakan Program TJSL merupakan bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.
"Program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami berharap Poklahsar Jaya Makmur Casheila dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk olahan limau kuit, serta memperluas daya saingnya di pasar sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat." ujar Indrayadi.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan pengembangan potensi lokal menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"PLN terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan nilai tambah bagi potensi daerah. Kami berharap pengembangan produk olahan limau kuit ini dapat memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi PLN dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia." ujar Riko.
Melalui Program TJSL tersebut, PLN berharap Poklahsar Jaya Makmur Casheila dapat berkembang menjadi kelompok usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi limau kuit sebagai produk khas Banjarbaru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Sumber: Rilis PLN UIP3B Kalimantan
