Trending

Keramik Gerbang Batas Kota Km 6 Copot, Dinas PUPR Banjarmasin Ambil Tindakan

Keramik di Gerbang Batas Kota di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 lepas – Foto Ist


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Gerbang Batas Kota di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, yang seharusnya menjadi simbol kemegahan dan representasi wajah ramah "Kota Seribu Sungai", belakangan ini justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan publik.

Bukan tanpa alasan, lapisan keramik pada struktur ikonik tersebut dilaporkan mulai terkelupas dan rawan jatuh sewaktu-waktu akibat faktor cuaca.

Kondisi kritis ini memicu keresahan mendalam bagi warga dan pekerja lapangan yang beraktivitas di bawahnya. 

Zainuddin, seorang tukang ojek setempat, mengaku bertahun-tahun dilingkupi rasa waswas karena material berat tersebut bisa jatuh kapan saja dan melukai orang yang melintas atau para pengemudi yang sedang mangkal.

"Takut juga kalau-kalau keramiknya jatuh dan menimpa orang di bawah," ujarnya saat dibincangi Kamis (02/07/2026) kemarin.

Kekhawatiran senada datang dari Sahliqin, warga sekitar yang menyoroti risiko jatuhnya keramik saat cuaca ekstrem.

Ia menyarankan agar dalam proyek pemulihan nanti, pemerintah mengevaluasi total desain bangunan dengan beralih ke material yang lebih ringan namun tetap kokoh demi keselamatan bersama.

"Mudah-mudahan nanti saat diperbaiki bisa dievaluasi dan didesain ulang biar tidak membahayakn," harapnya.

Mendengar keluhan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung mengambil langkah taktis. 

Dinas PUPR memastikan bahwa pemeliharaan gerbang batas kota ini telah masuk ke dalam agenda prioritas terdekat.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, menegaskan pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengukur tingkat kerusakan.

"Tim dari Bidang Cipta Karya (CK) telah melakukan pendataan serta identifikasi menyeluruh hari ini tadi, terhadap kerusakan struktur gerbang," katanya dikonfirmasi Jumat (03/07/2026).

Pemerintah berkomitmen untuk segera mengeksekusi perbaikan darurat pada bagian-bagian yang dinilai paling rawan untuk mengeliminasi potensi bahaya jangka pendek.

"Untuk penanganan pemeliharaannya di perubahan, terkait hal-hal yang bisa ditangani sementara akan di tindak lanjut juga," ujarnya.

Secara teknis, Chandra menjelaskan bahwa penanganan pemeliharaan skala besar untuk gerbang Km 6 ini akan dimasukkan ke dalam agenda anggaran perubahan. 

Sembari menunggu proses tersebut, penanganan sementara yang sifatnya mendesak akan tetap ditindaklanjuti secara berkala.

Selain fokus mengamankan struktur utama penahan keramik, proyek ini ke depannya juga akan menyasar pembenahan estetika. 

Dinas PUPR berkomitmen untuk membersihkan gerbang dari aksi vandalisme serta menertibkan penyalahgunaan fungsi di area bawah jembatan, sehingga aset daerah ini dapat kembali berdiri dengan megah, indah, dan yang terpenting, aman bagi seluruh warga Banjarmasin.

Penulis: Rian

Lebih baru Lebih lama