Trending

Indonesia Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO, Airlangga: Wujud Komitmen Tata Kelola Kecerdasan Buatan

SOSOK: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengikuti konferensi pers daring - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Indonesia resmi tercatat sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) atau Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia. Bersama 28 negara lainnya, Indonesia menjadi founding member organisasi global yang bertujuan memperkuat kolaborasi dan tata kelola pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Deklarasi pendirian WAICO dilakukan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, dan merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan teknologi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah memutuskan bergabung sebagai negara pendiri untuk berkontribusi dalam penyusunan tata kelola AI di tingkat internasional.

"Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam deklarasi pendirian organisasi kerja sama kecerdasan artifisial dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2026) malam.

Menurut Airlangga, Indonesia menginisiasi pembentukan WAICO bersama negara-negara dari berbagai kawasan dunia.

Untuk kawasan Asia Tenggara, negara pendiri selain Indonesia meliputi Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Sementara itu, negara pendiri lainnya berasal dari berbagai kawasan, di antaranya:

  • BRICS: Brasil, Rusia, Tiongkok, Ethiopia, dan Afrika Selatan.
  • Afrika: Kenya, Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia.
  • Amerika Latin: Kuba, Nikaragua, dan Venezuela.
  • Asia Tengah dan Timur Tengah: Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Pakistan, dan Oman.
  • Eropa Timur: Belarus dan Serbia.

Airlangga menambahkan, pendaftaran sebagai negara pendiri WAICO masih dibuka hingga 31 Juli 2026.

"Pendaftaran untuk menjadi negara pendiri (founder) ini masih dibuka oleh panitia global sampai dengan tanggal 31 Juli bulan ini," katanya.

Indonesia Dorong AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Airlangga menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam WAICO bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, tetapi juga komitmen untuk ikut merumuskan arah pengembangan kecerdasan buatan yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, perkembangan AI memerlukan tata kelola global yang mampu memastikan teknologi tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan meminimalkan risiko penyalahgunaan.

"Kehadiran Indonesia merupakan bentuk komitmen nyata untuk ikut membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan dari kecerdasan buatan itu sendiri," jelasnya.

Pemerintah berharap WAICO menjadi forum kolaborasi internasional yang mampu mendorong pengembangan AI secara etis sekaligus memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan.

"Terutama, kita bergabung agar pengembangan AI di tingkat dunia ini sifatnya inklusif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat nyata secara bersama," pungkas Airlangga.

Sumber: Liputan6.com

Lebih baru Lebih lama