Trending

Dinkes Kalsel Dorong Sekolah Sehat, Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

KOORDINASI: Dinkes Provinsi Kalsel menggelar Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat Tatanan Sekolah/Madrasah 2026 - Foto Dok Istimewa 

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) terus memperkuat pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah sebagai langkah menyiapkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola sekolah sehat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, pencegahan perundungan (bullying), serta pembentukan agen perubahan kesehatan di kalangan pelajar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan hal itu saat membuka Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat Tatanan Sekolah/Madrasah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Selasa (7/7/2026).

Menurut Diauddin, tantangan kesehatan anak usia sekolah dan remaja semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan budaya hidup sehat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Salah satu fokus utama adalah pencegahan anemia pada remaja, khususnya remaja putri, melalui penguatan program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin di sekolah.

"Anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan di masa depan. Karena itu, pelaksanaan konsumsi Tablet Tambah Darah harus terus diperkuat dengan dukungan semua pihak," ujarnya.

Selain itu, Dinkes Kalsel juga mendorong penguatan kesehatan jiwa peserta didik agar sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang positif serta bebas dari tekanan maupun diskriminasi.

Pencegahan bullying, kekerasan, dan berbagai perilaku berisiko juga menjadi bagian penting dalam pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah. Menurut Diauddin, lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang ramah anak, menghargai keberagaman, dan menanamkan nilai saling menghormati.

Di sisi lain, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus didorong melalui pembiasaan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan berkala, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dinkes Kalsel juga menekankan pentingnya peningkatan literasi kesehatan dengan membentuk Agen Perubahan Kesehatan di sekolah. Program ini diharapkan mampu melahirkan pelajar yang menjadi pelopor hidup sehat, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Diauddin menegaskan keberhasilan mewujudkan sekolah sehat tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara sektor pendidikan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, puskesmas, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Bekerja Bersama, Merangkul Semua. Keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat," katanya.

Melalui pertemuan tersebut, Dinkes Kalsel menargetkan penguatan tata kelola pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah, peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi monitoring pelaksanaan UKS/M dan PHBS, serta penyusunan langkah strategis yang berkelanjutan.

Diauddin menambahkan sekolah sehat tidak hanya diukur dari kondisi fisik bangunannya, tetapi juga dari terbentuknya budaya hidup sehat dalam keseharian peserta didik, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi, rutin beraktivitas fisik, menjaga kesehatan jiwa, hingga peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Melalui komitmen bersama, kita dapat mewujudkan sekolah dan madrasah yang sehat sebagai fondasi lahirnya generasi Kalimantan Selatan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Banua Maju dan Sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakatnya sehat, pendidikannya berkualitas, dan generasi mudanya tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat," tutupnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama