Trending

88 Inovasi Bersaing di Kalsel Innovation Award 2026, Tiap SKPD Bakal Wajib Punya Satu Inovasi

FOTO BERSAMA: Puluhan peserta mengikuti presentasi final Kalsel Innovation Award (KIA) 2026 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Sebanyak 88 inovasi dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum bersaing dalam Kalsel Innovation Award (KIA) 2026. Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menegaskan komitmennya membangun budaya inovasi berkelanjutan dengan mendorong setiap SKPD menghasilkan sedikitnya satu inovasi setiap tahun.

Presentasi final KIA 2026 digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Aula BRIDA Kalsel, Banjarbaru. Tahapan ini menjadi penilaian akhir setelah seluruh proposal melewati seleksi administrasi, penilaian substansi, dan perangkingan.

Sebanyak 10 inovasi terbaik dari masing-masing kategori, yakni SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat umum, mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, UPT Laboratorium Terpadu Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Pascasarjana Universitas Islam Kalimantan (UNISKA).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel Ariadi Noor mengatakan, inovasi daerah harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, termasuk mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada 2029 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang didukung inovasi berdampak nyata bagi transformasi ekonomi daerah.

"Kita ingin inovasi yang dihasilkan bukan hanya sekadar aplikasi atau sistem informasi baru, tetapi mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Inovasi harus mendukung terwujudnya Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan, mempercepat transformasi ekonomi, mendorong hilirisasi sumber daya alam, hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Ariadi menegaskan pembangunan ke depan harus berbasis riset agar setiap kebijakan memiliki landasan ilmiah yang kuat dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa inovasi telah menjadi kebutuhan birokrasi di tengah perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat, dan tuntutan efisiensi anggaran.

"Masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, sederhana, transparan, dan mampu memberikan solusi. Karena itu inovasi bukan sekadar menghasilkan aplikasi baru, tetapi keberanian memperbaiki cara kerja agar pelayanan semakin berkualitas," katanya.

Lebih lanjut, Ariadi menegaskan Kalsel Innovation Award bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan instrumen untuk membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi.

"Mulai tahun mendatang setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan wajib menghasilkan sedikitnya satu inovasi setiap tahun sebagai bentuk komitmen perbaikan berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan Thaufik Hidayat mengatakan KIA merupakan implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem riset dan inovasi guna meningkatkan daya saing daerah.

"Kalsel Innovation Award menjadi sarana memberikan penghargaan kepada para inovator daerah sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin inovatif. Program ini juga mendorong replikasi inovasi yang berhasil agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.

Thaufik menjelaskan KIA 2026 berhasil menghimpun 88 inovasi. Meski jumlahnya sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, kualitas inovasi yang masuk dinilai terus meningkat.

Selain memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan, para pemenang juga akan mendapatkan pendampingan agar inovasinya dapat direplikasi, dikembangkan, bahkan dikomersialisasikan sehingga memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

Kepala Bidang Inovasi BRIDA Kalsel Indra Abdillah menambahkan seluruh proposal diajukan melalui portal SOLID KALSEL BRIDA sebelum menjalani tahapan seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi final.

Ia berharap inovasi yang lahir dari KIA tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan di Kalimantan Selatan.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama