![]() |
| Rapat persiapan tuan rumah Dialog Serumpun Borneo Kalimantan (DSBK) XVII di Kalsel, dipimpin Ketua Dewan Kesenian Kalsel Dr Taufik Arbain. (Foto: yadie asa) |
RILISKALIMANTAN.COM - Rapat persiapan dan pembentukan panitia Dialog Serumpun Borneo Kalimantan (DSBK) XVII tahun 2027, menetapkan Banjarbaru sebagai tempat pelaksanaannya. Alasan dipilihnya Kota Banjarbaru sebagai ajang mempertemukan para sastrawan tiga negara yang berada di Pulau Kalimantan tersebut (Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia), disamping sebagai ibukota Provinsi Kalsel, juga karena bertepatan dengan even-even besar yang digelar di kota idaman ini sehingga bisa dikolaborasikan.
Rapat juga memutuskan Ketua Dewan Kesenian (DK) Kota Banjarmasin yang juga anggota Majelis Pertimbangan DK Kalsel Dr. Hajriansyah sebagai ketua panitia pelaksana. Selanjutnya ketua terpilih akan membentuk kepanitiaan lengkap DKSB XVII tahun 2027.
Rapat yang dipimpin Ketua Dewan Kesenian Kalsel Dr Taufik Arbain ini dihadiri beberapa utusan Dewan Kesenian kabupaten/kota di Kalsel. Diantaranya DK Kota Banjarbaru, DK Tanah Laut, DK Hulu Sungai Tengah, DK Barito Kuala, Kadis Porabudpar Kota Banjarbaru, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, dan beberapa pengurus Dewan Kesenian Kalsel. Rapat berlangsung di Balai Cendekia Bumi Pramuka Asri Banjarmasin, Kamis (11/6/2027).
"Dewan Kesenian Kalimantan Selatan sangat mendukung kegiatan berskala internasional ini. Siapapun panitianya dan dimana pun ditetapkan tempatnya kita siap menghantarkan agar kegiatan ini terlaksana dengan lancar. Ini juga sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kalsel dan upaya mengembangkan sektor kepariwisataan di daerah," ujar Taufik Arbain yang sebelumnya menyatakan diri untuk tidak dipilih sebagai ketua panitia, dengan alasan memberikan ruang dan panggung yang seluas-luasnya kepada kawan-kawan pengurus Dewan Kesenian kabupaten/kota dan pihak terkait lainnya.
Menurut Taufik keberadaan Dewan Kesenian Provinsi Kalsel lebih bersifat pengarah (steering committee). "Kita akan kawal terus kerja panitia agar benar-benar kegiatan berskala internasional ini terlaksana dengan baik dan menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak lainnya," ujarnya.
Seperti diketahui ajang DSBK adalah wadah berkumpul dan bertemunya para sastrawan tiga negara di tanah Borneo/Pulau Kalimantan (Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia yang melibatkan 5 provinsi). Sebelumnya, DSBK XVI digelar di Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Khairiadi Asa

