![]() |
| KOORDINASI: Suasana FGD Percepatan Investasi dan Ekspor Daerah yang dilaksanakan Pemprov Kalsel - Foto Dok Wasaka |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat strategi peningkatan investasi daerah dengan menyiapkan sejumlah proyek prioritas di berbagai sektor. Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Investasi dan Ekspor Daerah dalam Rangka Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Banjarbaru, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan dengan jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian, Bank Kalsel, PD Bangun Banua, serta sejumlah biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri, memaparkan perkembangan realisasi investasi, peluang usaha, potensi daerah, hingga berbagai kendala yang masih dihadapi, termasuk aspek promosi investasi kepada calon investor.
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki berbagai keunggulan kompetitif yang menjadi daya tarik investasi, mulai dari posisi strategis sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional, ketersediaan sumber daya alam, tenaga kerja produktif, hingga dukungan infrastruktur yang terus berkembang.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memberikan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, serta pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Data DPMPTSP menunjukkan tren investasi di Kalimantan Selatan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Realisasi investasi tercatat sebesar Rp15 triliun pada 2022, naik menjadi Rp19 triliun pada 2023, kemudian mencapai Rp24 triliun pada 2024, dan meningkat lagi menjadi lebih dari Rp32 triliun sepanjang 2025.
Meski sektor pertambangan masih menjadi penyumbang utama investasi, pemerintah daerah mulai mengarahkan transformasi ekonomi menuju sektor yang lebih berkelanjutan. Fokus pengembangan diarahkan pada sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, serta ekonomi berbasis jasa.
Strategi tersebut dilakukan untuk mendorong hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Sejumlah proyek investasi prioritas yang tengah dipersiapkan meliputi pengembangan sektor pariwisata dan hospitality, pengelolaan limbah, pembangunan pusat distribusi, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Untuk memperluas promosi investasi, Pemprov Kalsel juga memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi "Bekantan" yang menyediakan informasi peluang investasi, profil potensi daerah, serta berbagai data pendukung yang dapat diakses calon investor.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Miftahul Chair, memaparkan perkembangan sektor industri daerah, termasuk perencanaan kawasan industri, pengembangan Kawasan Industri Khusus (KIK), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga berbagai kajian hilirisasi yang sedang disiapkan pemerintah.
Dalam sesi diskusi, para anggota Tim Tenaga Ahli Gubernur memberikan berbagai masukan untuk mempercepat realisasi investasi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengembangan KEK Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru yang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pembebasan lahan dan kesiapan kawasan.
Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap tren investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalimantan Selatan, serta pentingnya memastikan kemudahan perizinan benar-benar dapat dirasakan oleh para pelaku usaha.
Diskusi juga menyinggung persoalan penipuan investasi serta pentingnya perlindungan hukum bagi investor dan perusahaan guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik lebih banyak investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Penulis: H. Faidur

