Trending

Kendalikan Inflasi, Pemkab Tala dan Bank Kalsel Beri Subsidi Sembako hingga Rp5.000 per Liter di Pasar Pelaihari

 

MURAH: Pemkab Tala bersama Bank Kalsel Cabang Tanah Laut menggelar Operasi Pasar Murah melalui program subsidi sembako bagi pedagang di Pasar Pelaihari, Kabupaten Tala - Foto Dok Lutfi 


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) bersama Bank Kalsel Cabang Tanah Laut menggelar Operasi Pasar Murah melalui program subsidi sembako bagi pedagang di Pasar Pelaihari, Kabupaten Tala. 

Kegiatan ini berlangsung sejak Rabu (24/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026) mendatang.

Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat terhadap komoditas pokok. 

Intervensi harga ini dijadwalkan berjalan berkala, yakni dimulai pada Rabu lalu, serta dilanjutkan pada Senin hingga Rabu di pekan berikutnya.

Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala Edi Hariyadi, S.P., menjelaskan bahwa subsidi tersebut disalurkan langsung melalui sejumlah toko mitra yang ada di dalam Pasar Pelaihari.

"Pemkab Tala bekerja sama dengan Bank Kalsel Cabang Tala dalam rangka pengendalian inflasi daerah, memberikan subsidi kepada pedagang sembako di Pasar Pelaihari. Barang yang disubsidi adalah beras lokal, minyak goreng, dan gula," ujar Edi, Jumat (26/6/2026).


Dirinya menambahkan, terdapat enam toko yang ditunjuk sebagai penyalur resmi subsidi ini agar distribusinya tepat sasaran.

Untuk komoditas beras, masyarakat dapat membelinya di Toko Beras 2 Y, Toko Beras Gunawan, dan Toko Beras Acil Lina. 

Sementara untuk komoditas minyak goreng dan gula pasir, subsidi tersedia di Toko Sembako Murah, Toko M. Noor, dan Toko Saudia.

Mengenai besaran potongan harga, pemerintah memberikan subsidi yang cukup signifikan untuk memangkas harga eceran tertinggi di tingkat pedagang.

"Besaran subsidi yang diberikan yaitu untuk beras lokal varietas Siam Jambun, Tukut, dan Cihireng sebesar Rp2.000 per liter. Kemudian gula pasir disubsidi Rp2.500 per kilogram, dan minyak goreng mendapat potongan Rp5.000 per liter," jelas Edi secara rinci.

Melalui kucuran subsidi ini, harga ketiga komoditas penting tersebut dipastikan menjadi lebih ramah di kantong masyarakat selama masa operasi pasar berlangsung di enam toko mitra yang telah ditunjuk.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama