![]() |
| WAWANCARA: Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel Hj. Muliana Yuniar - Foto Dok Arief |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan, naiknya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg beberapa waktu lalu ditingkat pengecer disebabkan oleh berbagai hal.
"Pertama pada masalah distribusinya, akhir mei sampai pertengahan juni ini kan kita banyak liburnya. Nah karena hari libur itu lah stok di agen memang mengalami penurunan, karena aktifitas suplai dari Pertamina saat hari libur otomatis juga diliburkan," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel Hj. Muliana Yuniar, sabtu (27/6/2026) lalu.
Lalu permasalahan lainnya diakuinya terkait adanya kenaikan Harga LPG non subsidi jenis 5,5 Kg dan 12 Kg.
"Disparitas harga LPG 3 Kg yang subsidi dan 5,5 Kg dan 12 Kg yang non subsidi terlalu jauh. Makanya ini membuat sebagian masyarakat beralih ke LPG subsidi, ini tentu membuat kebutuhannya meningkat," tegasnya lagi.
Walau sempat mengalami kenaikan di tingkat pengecer, saat ini diakuinya harga LPG 3 Kg sudah berangsur membaik karena distribusinya yang kembali pulih karena momen hari libur sudah berakhir.
"Kami juga terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg bagi mereka yang mampu. Karena LPG 3 Kg ini hanya diperuntukan untuk UMKM dan masyarakat pra sejahtera," tambahnya.
Selain itu pengawasan pada pangkalan juga terus di intensifkan bersama pihak Pertamina.
"Ini untuk memastikan penyaluran LPG 3 Kg di tingkat pangkalan bisa semakin tepat sasaran," tukasnya.
Penulis: Arief Rahman

