Trending

Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, USGS Peringatkan Korban Bisa Capai Puluhan Ribu

RUSAK: Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan bangunan pascagempa besar di Caracas, Venezuela - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, CARACAS – Gempa Venezuela berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah barat Caracas pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Bencana tersebut menyebabkan bangunan runtuh, warga terjebak di bawah reruntuhan, serta memicu operasi penyelamatan di berbagai daerah.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama bermagnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Venezuela. Kurang dari satu menit kemudian, gempa kedua berkekuatan 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama.

USGS memperingatkan dampak gempa berpotensi sangat besar.

"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi dan bencana ini kemungkinan bersifat meluas," demikian pernyataan USGS.

Dalam estimasi awalnya, lembaga tersebut memperkirakan jumlah korban meninggal dapat berada pada kisaran 10.000 hingga 100.000 orang.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan pemerintah akan menetapkan status keadaan darurat nasional dan mengajukan bantuan pendanaan kepada organisasi multilateral untuk mendukung proses pemulihan.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang sayangnya telah kehilangan anggota keluarga," ujar Rodriguez dalam pidato nasionalnya.

Hingga Rabu malam waktu setempat, pemerintah belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka secara nasional.

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menangani dampak gempa.

"Kami memiliki gedung, rumah, dan hunian yang runtuh dan kami menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang kami miliki," katanya.

Di Caracas, petugas penyelamat terus melakukan evakuasi di sejumlah bangunan yang roboh. Wali Kota Chacao, Gustavo Duque, menyebut sedikitnya 18 orang berhasil diselamatkan dari salah satu bangunan yang ambruk.

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Negara Bagian Falcon, Victor Clark, melaporkan sedikitnya 22 warga mengalami luka-luka dan 15 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Gempa terjadi saat warga Venezuela tengah menikmati hari libur nasional untuk memperingati kemenangan militer tahun 1821 yang menjadi bagian penting dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut dari Spanyol.

Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Astrid Ramirez, warga Caracas bagian barat, mengatakan kepanikan langsung terjadi saat gempa mengguncang.

"Begitu gempa dimulai, kami mulai mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlari menuruni tangga," katanya.

Bandara internasional utama di Maiquetia dilaporkan ditutup sementara akibat kerusakan infrastruktur. Pemerintah juga menghentikan kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan untuk melakukan pendataan dampak bencana.

Di sektor energi, fasilitas minyak utama Venezuela dilaporkan belum mengalami kerusakan besar, meskipun sejumlah perusahaan mulai melakukan pemeriksaan terhadap operasional dan kondisi pekerja mereka.

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan bagi Puerto Rico, Kepulauan Virgin AS, Kepulauan Virgin Inggris, Aruba, Curacao, dan Bonaire. Namun, peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam setelah gempa terjadi.

Venezuela berada di kawasan aktif seismik karena terletak di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah negara itu terjadi pada 1812 yang menewaskan sekitar 30.000 orang.

Sumber: CNBC Indonesia 

Lebih baru Lebih lama