Trending

Fathul Jannah Dorong Penguatan Posyandu Wasaka 6 SPM

KOORDINASI: Ketua TP Posyandu Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin menyampaikan seruan kepada seluruh SKPD untuk terlibat dalam program 6 SPM Posyandu - Foto Dok Wasaka

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ikut berperan aktif dalam memperkuat penyelenggaraan Posyandu Wasaka 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan dasar yang terintegrasi bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin rapat persiapan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Posyandu Wasaka 6 SPM sekaligus finalisasi Rencana Strategis (Renstra) Posyandu Kalimantan Selatan Tahun 2026–2030 di Aula Sasangga Banua Eks Kantor Gubernur Km 0 Banjarmasin, Selasa (2/6/2026).

Dalam rapat itu, Fathul Jannah menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu Wasaka memerlukan dukungan lintas sektor. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta menempatkan program Posyandu sebagai bagian dari prioritas pembangunan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

"Saya meminta seluruh kepala SKPD ikut serta dan memprioritaskan program Posyandu agar terwujud Posyandu Wasaka 6 SPM yang berkualitas. Posyandu bukan hanya milik sektor kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," tegasnya.

Ia menjelaskan, penyusunan Renstra Posyandu Wasaka 6 SPM Tahun 2026–2030 menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan. Dokumen tersebut dirancang sebagai arah kebijakan jangka menengah yang mengintegrasikan berbagai layanan dasar dalam satu sistem yang saling terhubung.

Menurut Fathul Jannah, pendekatan pembangunan berbasis keluarga menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Renstra ini kita susun sebagai blueprint pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga dan masyarakat. Di dalamnya terintegrasi pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, pangan dan gizi, lingkungan hidup, hingga perlindungan perempuan dan anak dalam satu sistem tata kelola yang terpadu," ujarnya.

Ia menilai penguatan Posyandu perlu dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan dasar secara lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Dengan konsep Wasaka 6 SPM, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan yang hadir lebih dekat dengan kebutuhan warga.

"Melalui Posyandu Wasaka 6 SPM, kita ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, lebih tepat sasaran, lebih terintegrasi, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Posyandu harus menjadi pusat pelayanan dasar yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Fathul Jannah menyebut penguatan Posyandu juga menjadi bagian dari strategi mendukung visi pembangunan Kalimantan Selatan dalam jangka panjang. Pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari tingkat keluarga dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kemajuan daerah.

"Pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kalsel Bekerja. Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 8,1 persen pada tahun 2030 serta mempersiapkan Kalimantan Selatan menuju Gerbang Logistik Kalimantan Tahun 2045," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, turut dipaparkan sejumlah target yang ingin dicapai hingga tahun 2030. Beberapa di antaranya adalah seluruh Posyandu di Kalimantan Selatan aktif melaksanakan layanan 6 SPM, seluruh kecamatan memiliki Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu yang aktif, seluruh keluarga terdata dalam sistem, serta seluruh kabupaten dan kota terhubung melalui Dashboard Posyandu Wasaka.

Fathul Jannah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.

"Target-target ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi arah bersama yang harus kita capai melalui kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Posyandu Wasaka akan menjadi model pelayanan dasar yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan," pungkasnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama