Trending

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.756 per Dolar AS

MATA UANG: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah - Foto Dok Istimewa 

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kombinasi sentimen global dan tekanan domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.756 per dolar AS atau turun 12 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi saat pelaku pasar cenderung menahan transaksi sambil menunggu perkembangan situasi geopolitik internasional.

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai pergerakan rupiah hari ini kemungkinan masih bergerak terbatas atau berkonsolidasi terhadap dolar AS.

Menurut dia, investor saat ini mengambil posisi wait and see sambil menantikan respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat.

“Pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru terkait respons Iran terhadap proposal damai AS,” ujar Lukman.

Ketidakpastian global tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain sentimen global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai sejumlah isu ekonomi domestik masih menjadi perhatian investor dan memengaruhi sentimen pasar.

Salah satu faktor yang disorot adalah persoalan defisit anggaran negara. Menurut Ibrahim, kondisi belanja pemerintah yang lebih besar dibanding pendapatan negara membuat pelaku pasar masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi nasional.

Ia mengatakan penurunan harga minyak dunia sejauh ini belum mampu menjadi katalis positif yang cukup kuat untuk mengangkat nilai tukar rupiah.

Selain itu, pasar juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya ramah terhadap mekanisme pasar.

Ibrahim menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto terkait rencana kebijakan ekspor komoditas melalui satu pintu lewat Danantara yang memicu berbagai tanggapan di kalangan pelaku usaha dan investor.

Menurut dia, kondisi tersebut ikut memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

“Kebijakan yang dinilai kurang pro pasar membuat tekanan terhadap rupiah masih berlanjut,” katanya.

Melihat kondisi pasar saat ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut dengan estimasi penurunan sekitar 50 hingga 60 poin.

Analis menilai arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik global serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Selain itu, dinamika suku bunga Amerika Serikat dan arus modal asing juga diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah kurs rupiah ke depan.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama