![]() |
| RAMAI: Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin membuka kegiatan Pekan Literasi Kalimantan Selatan (Pentas) 2026 - Foto Dok Wasaka |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pekan Literasi Kalimantan Selatan (Pentas) 2026 resmi dimulai melalui kegiatan kick off yang digelar di Aula Pangeran Antasari, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (25/5/2026).
Pembukaan kegiatan literasi tahunan tersebut dihadiri langsung Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Bank Indonesia.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia atau World Book Day.
Dalam sambutannya, Hj. Fathul Jannah Muhidin menilai penguatan budaya membaca membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga keluarga.
Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membangun kualitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
“Pentas 2026 diharapkan dapat menghubungkan masyarakat dengan penulis, pemikir, dan karya-karya yang mencerahkan,” ujarnya.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya membaca di berbagai kalangan.
Bunda Literasi Kalsel juga menekankan pentingnya membiasakan membaca sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi perkembangan anak.
Menurutnya, anak yang tumbuh dengan kebiasaan membaca cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan berpikir yang baik, dan empati sosial yang lebih kuat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan membaca dari lingkungan keluarga dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca dan menghadirkan buku di rumah.
Selain itu, Hj. Fathul Jannah Muhidin turut mengajak masyarakat Kalimantan Selatan menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Ia menilai budaya literasi tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Fadjar Majardi menyampaikan bahwa literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap ekonomi, keuangan, dan teknologi akan memperkuat kesiapan daerah menghadapi tantangan masa depan.
Pentas 2026 sendiri mengangkat tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”.
Tema tersebut menggambarkan pentingnya literasi sebagai penghubung antara masyarakat dengan pengetahuan, peluang, serta perkembangan masa depan.
Fadjar mengatakan masyarakat masa depan dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, terbuka terhadap perubahan, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Ia menambahkan, kegiatan literasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong lahirnya inovasi literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Pembukaan Pekan Literasi Kalimantan Selatan 2026 ditandai dengan seremoni membuka buku bersama yang dipimpin Bunda Literasi Kalsel dan diikuti seluruh peserta.
Pada hari pertama kegiatan, panitia juga menghadirkan sesi bedah buku “Janji” bersama penulis nasional Tere Liye.
Rangkaian kegiatan Pentas 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 25 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan berbagai agenda literasi di Kalimantan Selatan.
Penulis: H. Faidur

