RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL– Pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabaru – Tanah Bumbu (Tanbu) periode terbaru, sabtu (9/5/2026) di Masjid Apung Siringlaut, Kabupaten Kotabaru, berlangsung dinamis.
Acara yang semula diprediksi hanya bersifat seremonial, berubah menjadi ajang adu argumen dan dialog terbuka yang panas antara mahasiswa dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru Abu Suwandi.
Hadir sebagai narasumber, Abu Suwandi yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin ini langsung "diserbu" oleh pertanyaan-pertanyaan tajam dari para kader HMI. Suasana pelantikan seketika hidup saat sesi tanya jawab dibuka.
Para aktivis kampus tersebut tidak hanya bertanya soal teori organisasi, namun secara spesifik melontarkan aspirasi kritis terkait arah kebijakan ekonomi daerah.
Mereka menilai, kebijakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru saat ini masih belum memberikan ruang yang cukup bagi pengusaha lokal dan pengusaha muda untuk berkembang.
Mendapat "serangan" kritik bertubi-tubi, Abu Suwandi justru merespons dengan tenang. Alih-alih defensif, ia terlihat antusias mencatat setiap poin keberatan yang disampaikan mahasiswa.
"Aspirasi dan kritik pedas dari adik-adik HMI ini adalah 'vitamin' bagi saya. Ini akan saya bawa langsung ke gedung parlemen sebagai bekal dalam merumuskan kebijakan di DPRD nanti. Kami butuh masukan seobjektif ini," ujar Abu Suwandi dengan tegas di hadapan peserta.
Di sisi lain, kehadiran Abu Suwandi dalam forum tersebut seolah melengkapi pesan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis. Jika sebelumnya Syairi Mukhlis meminta HMI menjadi mitra kritis pemerintah, Abu Suwandi menekankan pentingnya independensi melalui jalur ekonomi.
Ia mendorong para kader HMI untuk mulai membangun kemandirian secara finansial. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah kunci agar gerakan mahasiswa tetap murni dan tidak mudah diintervensi oleh kepentingan politik mana pun.
Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi sinyal perubahan arah gerak HMI di bawah kepemimpinan Teguh Jaka Saputra. Kepengurusan baru ini tampaknya ingin membawa organisasi keluar dari zona politik praktis semata.
Penulis: Mawardi

