![]() |
| PENINJAUAN: Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq didampingi Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat mengunjungi Komplek Rina Karya, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya percepatan pembenahan sistem pengelolaan sampah di daerah, termasuk di Kota Banjarbaru yang dinilai memiliki potensi besar menjadi percontohan nasional.
Hal tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung praktik pengelolaan sampah di Komplek Rina Karya, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungannya, Hanif tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga berdialog dengan warga serta melihat langsung proses pemilahan hingga pengolahan sampah organik rumah tangga dari sumbernya.
“Banjarbaru ini suatu kota yang strukturnya itu sangat mudah dimanajemen. Saatnya Banjarbaru membangun keunggulan komparatif ini menjadi keunggulan kompetitif,” ujarnya.
![]() |
| DIALOG: Menteri Hanif Faisol saat meninjau langsung prosesi pengolahan sampah organik di salah satu rumah warga Komplek Rina Karya - Foto Dok H. Faidur |
Ia menekankan bahwa persoalan sampah merupakan isu krusial nasional yang mendapat perhatian serius pemerintah pusat, sehingga seluruh daerah didorong mengikuti standar pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan.
Hanif juga menyebut Banjarbaru sebagai salah satu daerah prioritas dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional.
“Kota Banjarbaru merupakan target Menteri Lingkungan Hidup. Saya akan memaksa, suka atau tidak suka, Ibu Wali Kota Banjarbaru harus membawa Adipura 2026 untuk masyarakat Banjarbaru,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Hanif juga menyerahkan bantuan sarana pengolahan sampah kepada beberapa kelurahan, yakni Cempaka, Mentaos, dan Guntung Paikat, berupa ratusan unit losida, drum drop point, serta ember sampah organik dapur sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumber.
![]() |
| PENYERAHAN BANTUAN KEBERSIHAN: Menteri Hanif Faisol didampingi Wali Kota Lisa menyerahkan bantuan sarana pengolahan sampah kepada Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi - Foto Dok H. Faidur |
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk mendorong masyarakat dalam penanganan masalah sampah. Ini tidak bisa kita kerjakan sendiri, harus bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kesiapan Banjarbaru untuk meraih penghargaan Adipura pada 2026. “Wajib kita lakukan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Shanty Eka, menjelaskan bahwa strategi pengelolaan sampah difokuskan pada pendekatan berbasis masyarakat dengan memulai pemilahan dari tingkat rumah tangga.
Menurutnya, tiga kelurahan telah disiapkan sebagai wilayah percontohan, yakni Mentaos, Guntung Paikat, dan Cempaka.
“Tantangan terbesarnya adalah mengajak masyarakat memilah sampah. Selama ini paradigma yang ada, sampah dianggap urusan pemerintah, padahal harus dikelola dari sumber,” jelasnya.
Ia menambahkan, target awal adalah mendorong minimal 25 persen pengelolaan sampah dari sumber, atau sekitar 50 hingga 60 ton per hari dari total timbulan sampah yang mencapai 200 ton per hari.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Banjarbaru diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Penulis: H. Faidur



