![]() |
| KOMPAK: Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, melakukan penanaman padi di kawasan Sungai Andai - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Di tengah tekanan alih fungsi lahan yang kian masif, Pemerintah Kota Banjarmasin mengirim sinyal tegas bahwa sektor pertanian tidak boleh kalah oleh laju pembangunan.
Hal itu terlihat saat Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, turun langsung melakukan tanam padi perdana di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, tersimpan kekhawatiran serius terhadap menyusutnya lahan pertanian di wilayah kota.
Dari sekitar 260 hektare lahan pertanian yang tersisa, hanya sekitar 200 hektare yang masih bisa digarap. Bahkan hingga April 2026, luas tanam baru mencapai sekitar 1 hektare.
“Ini jadi alarm bagi kita semua. Kalau tidak dijaga, lahan pertanian bisa habis tergeser pembangunan,” ujar Yamin.
Ia menegaskan, keterbatasan wilayah Banjarmasin yang hanya sekitar 98 kilometer persegi membuat ruang semakin tertekan oleh kebutuhan perumahan.
“Kita harus menjaga kawasan ini sebagai wilayah pertanian. Jangan sampai hilang. Ini soal masa depan pangan kita,” tegasnya.
Meski demikian, potensi Sungai Andai dinilai masih besar untuk menopang kebutuhan pangan lokal, terlebih puncak musim tanam diperkirakan terjadi pada Mei 2026.
Namun, sejumlah tantangan turut mengintai, mulai dari banjir, kekeringan saat kemarau, hingga serangan hama.
“Kami berharap dukungan pemerintah provinsi dan balai wilayah untuk pembangunan irigasi. Saat banjir, air tidak merendam tanaman. Saat kemarau, harus ada pompanisasi agar petani tetap bisa bertani,” jelasnya.
Yamin juga menyoroti pentingnya penyesuaian pembangunan perumahan dengan karakter kota berbasis rawa.
“Rumah harus tetap berpanggung tinggi. Jangan abaikan kondisi alam Banjarmasin sebagai kota seribu sungai,” tambahnya.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan dan kebijakan yang berpihak pada petani, meski ancaman alih fungsi lahan dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, bersama jajaran serta kelompok tani setempat.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, melainkan kerja bersama. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan infrastruktur memadai, Sungai Andai diharapkan mampu menjadi penopang ketahanan pangan di tengah pesatnya urbanisasi.
Penulis: Realita Nugraha

