RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Pesta rakyat bertajuk Pestaforia HUT Kapuas 2026 menjadi penanda puncak peringatan hari jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75.
Kegiatan itu digelar, sabtu (11/4/2026) di Stadion Panunjung Tarung. Sejak dimulai pukul 19.00 WIB, ribuan warga memadati stadion. Mereka datang dari berbagai penjuru, menyatu dalam suasana meriah yang tetap tertib.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kapuas.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Ny. Hj. Siti Saniah Wiyatno, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kapuas Hertitati Dodo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kapuas Silvya Veronita Usis I. Sangkai, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Di atas panggung, pertunjukan seni dan musik bergantian mengisi malam. Penampilan grup musik Batas Senja yang digawangi Masitong, Erica, Pebian, dan Andree ikut menyemarakkan suasana.
Bupati Kapuas H.Muhammad Wiyatno mengatakan pesta rakyat ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
"Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat," kata Wiyatno.
Dirinya mengajak masyarakat menyambut momentum peringatan hari jadi dengan semangat pantang menyerah dan keyakinan yang kuat. Menurutnya rangkaian kegiatan yang digelar bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun kolaborasi dan mempererat hubungan kekeluargaan.
"Semoga apa yang kita lakukan menjadi landasan untuk terus bersinergi menuju Kapuas yang lebih bersinar," tambahnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya menjaga semangat kompetitif sekaligus kolaboratif, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Kapuas.
Menutup sambutannya dirinya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat, serta mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung.
Pestaforia malam itu bukan sekadar penutup rangkaian peringatan hari jadi. Ia menjadi penanda bahwa kebersamaan, ketika dirawat, dapat menjadi energi untuk melangkah menuju perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Rizanie Habibie

