RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperjuangkan kesetaraan bagi anak dengan Down Syndrome, termasuk menyiapkan fasilitas sekretariat bagi komunitas PIK POTADS Kalimantan Selatan.
Komitmen itu disampaikan Lisa saat menghadiri peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang digelar PIK POTADS Kalimantan Selatan di Aula Gawi Sabarataan, Kota Banjarbaru, Minggu (26/4/2026).
Ketua PIK POTADS Kalimantan Selatan, Sigit Bayu Adhi, menyambut haru kehadiran orang nomor satu di Banjarbaru tersebut. Menurutnya, perhatian dan dukungan dari pemerintah menjadi hal paling berarti bagi komunitas yang selama ini konsisten mendampingi anak dengan Down Syndrome.
“Kami tidak meminta apa-apa selain dukungan dan perhatian dari pemerintah. Kehadiran Ibu Wali Kota hari ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi kami,” ujar Sigit.
Ia mengaku terharu setelah pesan WhatsApp pribadi berisi undangan yang dikirimkannya mendapat balasan langsung dari Wali Kota Banjarbaru. Bagi Sigit, respons tersebut menjadi bukti bahwa komunitas mereka benar-benar dilihat dan diperhatikan.
“Ini sangat berarti bagi kami dan menunjukkan bahwa kami benar-benar diperhatikan,” katanya.
Ia menilai kehadiran wali kota menjadi momen bersejarah bagi komunitasnya. Pasalnya, selama ini kegiatan serupa rutin digelar, tetapi baru kali ini seorang wali kota hadir secara langsung sejak awal hingga akhir acara.
“Selama ini kami sering mengadakan kegiatan seperti ini, tetapi baru kali ini seorang wali kota hadir dari awal sampai akhir acara. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan anak-anak dengan Down Syndrome yang menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Suasana hangat juga terasa dalam lelang amal hasil karya anak-anak berupa kain batik sasirangan dengan beragam motif khas.
Lisa bersama para tamu undangan turut ambil bagian dalam lelang tersebut dengan membeli karya anak-anak sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas dan kemandirian mereka. Hasil lelang itu selanjutnya akan digunakan untuk mendukung berbagai program PIK POTADS Kalimantan Selatan.
“Setiap anak, termasuk anak dengan Down Syndrome, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih kebahagiaan,” ujar Lisa.
Ia mengaku bangga melihat semangat para orang tua yang tergabung dalam PIK POTADS Kalimantan Selatan. Menurutnya, organisasi tersebut bukan hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga sumber kekuatan, harapan, dan inspirasi bagi banyak keluarga.
Lisa mengatakan tema peringatan tahun ini, “Terima, Mengerti, Dukung, Cintai”, menjadi ajakan nyata untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif, empatik, dan penuh kasih.
Ia menegaskan dukungan terhadap anak dengan Down Syndrome tidak cukup berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian nyata, kehadiran, serta kebijakan yang adil dan setara.
“Bentuk kepedulian kita ditunjukkan melalui perhatian dan kehadiran untuk mereka. Kita harus berlaku adil dengan kesetaraan. Di mata saya, semuanya sama,” tegasnya.
Lisa juga membuka peluang penyediaan sekretariat bagi komunitas tersebut melalui pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut.
“Insyaallah, nanti kami tindak lanjuti dengan bidang aset. Yang mana yang cocok, yang mana yang layak nantinya, mudah-mudahan segera bisa kita wujudkan,” pungkasnya.
Komitmen penyediaan sekretariat itu menjadi penanda bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti pada seremoni, melainkan diarahkan menjadi langkah nyata bagi keberlanjutan ruang tumbuh anak dengan Down Syndrome di Banjarbaru.
Penulis: H. Faidur


