![]() |
| PEMERIKSAAN KESEHATAN: Sejumlah penghuni Lapas Kelas II Banjarbaru mengikuti proses skrining kesehatan yang dilakukan Dinkes Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar skrining kesehatan bagi warga binaan di Lapas Kelas II Banjarbaru sebagai upaya deteksi dini penyakit menular, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka tersebut menyasar tiga penyakit utama, yaitu Tuberkulosis, Human Immunodeficiency Virus, dan Hepatitis C.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, menyampaikan bahwa skrining ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
“Telah dilaksanakan skrining kesehatan yang menyasar Warga Binaan Lapas Kelas II Banjarbaru. Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami menemukan beberapa kasus yang akan segera ditindaklanjuti secara medis. Terdapat 4 orang reaktif HIV, 1 orang reaktif Hepatitis C, dan 20 orang terduga TBC,” jelas Juhai.
Dari target 200 orang, sebanyak 162 warga binaan berhasil diperiksa. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah medis sesuai prosedur.
Untuk kasus HIV, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dalam waktu dua hingga empat pekan. Jika hasil tetap reaktif, pasien akan mendapatkan terapi antiretroviral (ARV).
Sementara itu, kasus Hepatitis C akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan viral load di RSUD Idaman Banjarbaru guna memastikan kondisi pasien secara lebih akurat.
Adapun warga binaan yang terduga TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode tes cepat molekuler untuk memastikan diagnosis.
Kegiatan ini turut dipantau oleh anggota DPR RI, yakni Mariana dan Rafiqie, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Pemko Banjarbaru berharap penyebaran penyakit menular di dalam lapas dapat ditekan serta warga binaan memperoleh penanganan medis yang cepat dan tepat.
Sumber: MC Banjarbaru

