RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - PT PLN (Persero) UIP3B Kalimantan memanfaatkan momentum pasca Idul Fitri untuk memperkuat edukasi keselamatan kerja melalui kuliah umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Keamanan Ketenagalistrikan (K2). Kegiatan ini diikuti oleh 67 mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari.
Kuliah umum tersebut digelar pada Rabu (1/1/2026), di Aula Gedung Baru Uniska, Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Dalam suasana pasca hari raya, para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Dalam kegiatan ini, PLN tidak hanya memperkenalkan peran strategisnya dalam sistem kelistrikan di Kalimantan, tetapi juga menekankan pentingnya budaya keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan PLN UIP3B Kalimantan, Nofa Fajar Jiwanto, mengatakan momentum pasca Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kembali komitmen terhadap keselamatan kerja.
“Pasca Idul Fitri ini menjadi momen refleksi bagi kita semua untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap keselamatan kerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa aspek K2 dan K3 bukan hanya kewajiban di dunia industri, tetapi juga menjadi budaya yang harus dimiliki sejak di bangku perkuliahan,” ujar Nofa.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang ruang aman dan ruang bebas pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), serta berbagai potensi gangguan instalasi listrik akibat aktivitas manusia. Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan saat beraktivitas di sekitar jaringan listrik.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran keselamatan sejak dini.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin dan praktisi di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki pemahaman yang kuat terkait keselamatan ketenagalistrikan. PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat,” ungkap Riko.
Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Teknik Mesin Uniska, Ir. Rendi, S.T., M.T. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, baik dalam aspek pengetahuan teknis maupun pemahaman penerapan K3 dan K2 di dunia industri.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana standar keselamatan dan profesionalisme diterapkan di sektor ketenagalistrikan. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan pemahaman terkait keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan di lingkungan masing-masing. Momentum pasca Idul Fitri diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat budaya keselamatan demi mendukung sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan.
Sumber: Rilis PLN UIP3B Kalimantan

