RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan gas minyak bumi cair (LPG) di Indonesia dalam kondisi aman dengan cadangan yang telah melampaui 10 hari.
“Saya sampaikan bahwa masa sulit LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Sekarang cadangan kita sudah di atas 10 hari,” ujar Bahlil usai taklimat Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, ketersediaan LPG saat ini ditopang pasokan impor dari berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, dan negara lainnya.
Ia menjelaskan, sekitar 70–75 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain, termasuk Australia.
Dengan kondisi tersebut, Bahlil menegaskan pasokan LPG nasional tidak terlalu terdampak situasi di Selat Hormuz.
Selain LPG, pemerintah juga tengah mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti RON 92, RON 95, RON 98, serta Pertamina Dex.
“Saat ini masih dalam proses perhitungan bersama Pertamina dan pihak swasta. Kita harapkan harga ICP bisa turun,” jelasnya.
Di sisi lain, Bahlil mengungkapkan masih ada dua kapal milik Pertamina yang belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah, lanjutnya, terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar hambatan tersebut dapat segera teratasi, terutama dengan adanya jeda ketegangan selama dua pekan.
“Dengan adanya jeda dua minggu eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa segera menemukan solusi,” ujarnya.
Sumber: Antara.com

