![]() |
| ANTRE: Even pasar murah yang digelar Pemkab Tala dan Disdag Kalsel, kamis (23/4/2026) di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari - Foto Dok Nett |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diantisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) dengan menggelar pasar murah, kamis (23/4/2026) di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari.
Program ini difokuskan untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi. Antrean terlihat tertib di sejumlah stan sembako, terutama di stan yang menjual gula dan minyak goreng dengan harga lebih rendah dibanding pasar.
Pasar murah ini merupakan kolaborasi Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemkab Tala melalui sejumlah SKPD, seperti Diskumdag, DKPP, Disnak Keswan, dan Distanhorbun. Kegiatan ini juga melibatkan UMKM, ritel modern, serta Dekranasda Tala
Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Diskumdag Tala menyediakan gula sebanyak 500 ton dengan harga Rp 16 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasaran Rp 19–20 ribu. Minyak goreng Minyak Kita dijual Rp 15 ribu per liter dari harga pasar Rp 18–19 ribu.
“Lumayan murah. Semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Diskumdag Tala Edy Haryadi.
Selain itu, DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan) Tala menyediakan beras, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) menjual telur ayam ras.
Sementara itu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) menghadirkan komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan wortel.
Pasar murah tersebut dibuka oleh Bupati Tala yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Tala Masturi.
ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang hari besar dan memicu kenaikan harga. Melalui pasar murah ini, kami ingin memastikan harga tetap terjangkau dan stok tersedia cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan barang, serta memberikan rasa tenang kepada masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Namun demikian, dirinya mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi borong saat berbelanja di pasar murah.
“Belanjalah sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Jangan memborong, agar masyarakat lain juga bisa mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.
Menurutnya, pembatasan pembelian dilakukan agar distribusi bahan pokok tetap merata dan seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampak dari program tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada para distributor dan pelaku usaha yang telah berpartisipasi menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Sumber: Nett

