Trending

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali bagi Musuhnya

PENGANGKUTAN MINYAK: Penampakan dua kapal milik Pertamina yang berada di Selat Hormuz - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pelayaran global, namun tidak bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” ujarnya melalui platform X.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa kemampuan militer Iran, khususnya dalam peluncuran rudal dan drone, telah mengalami penurunan signifikan.

Dalam pidatonya dari Gedung Putih, Trump memperkirakan konflik masih akan berlangsung selama dua hingga tiga pekan, meski ia menilai situasi sudah mendekati akhir.

Di sisi lain, Iran tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi distribusi energi dunia, khususnya menuju negara-negara Asia.

Teheran juga disebut masih mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melintasi jalur tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan lebih dari 1.300 korban jiwa.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta sektor penerbangan internasional.

Sumber: Antara.com

Lebih baru Lebih lama