Trending

Iran Ajukan 10 Syarat Gencatan Senjata ke AS dan Israel, Termasuk Buka Selat Hormuz

SIMBOL NEGARA: Salah satu warga Iran mengibarkan bendera kebangsaan - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran mengajukan 10 syarat untuk penerapan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat dan Israel, Rabu (8/4/2026).

Syarat tersebut diumumkan melalui televisi pemerintah Iran dan sebagian juga menjadi bagian dari tuntutan Teheran untuk mengakhiri konflik yang bermula dari serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Di antara poin utama yang diajukan Iran adalah penghentian total perang di kawasan, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, hingga pembayaran kompensasi rekonstruksi.

Adapun 10 syarat gencatan senjata tersebut meliputi:

  1. Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman
  2. Penghentian permanen perang di Iran tanpa batas waktu
  3. Pengakhiran seluruh konflik di kawasan
  4. Pembukaan kembali Selat Hormuz
  5. Penjaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz
  6. Pembayaran kompensasi rekonstruksi kepada Iran
  7. Komitmen pencabutan sanksi terhadap Iran
  8. Pelepasan dana dan aset Iran yang dibekukan oleh AS
  9. Komitmen Iran tidak mengembangkan senjata nuklir
  10. Gencatan senjata berlaku segera setelah kesepakatan

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump, dikutip dari BBC.

Namun, Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bersyarat, yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman.

“Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman,” tegasnya.

Kesepakatan ini disebut tercapai setelah diskusi intensif dengan Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Menanggapi hal itu, Iran menyatakan kesediaannya membuka Selat Hormuz selama dua minggu serta menyediakan jalur aman bagi lalu lintas maritim.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi.

“Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran,” tulisnya di platform X, dikutip dari AFP.

Negosiasi antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung di Islamabad mulai 10 April 2026 dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak.

Sumber: Kompas.com

Lebih baru Lebih lama