Trending

Gerak Cepat PLN UPT Banjarbaru Pulihkan Gangguan Transmisi 150kV Akibat Cuaca Ekstrem

 

SIGAP: transmisi 150kV Tanjung – Komam 2 di Barabai, Kalimantan Selatan, Senin (13/04/2026), untuk menelusuri titik gangguan pasca cuaca ekstrem -Foto dok PLN UIP3B Kalimantan
 

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Barabai, bergerak cepat menormalkan gangguan pada jalur transmisi 150 kV Tanjung–Komam 2 akibat cuaca ekstrem, Senin (13/04/2026) malam.

Gangguan terdeteksi pada pukul 19.01 WITA melalui sistem proteksi. Berdasarkan hasil analisis, sambaran petir memicu kegagalan sistem pengamanan di Gardu Induk Komam yang menyebabkan trip permanen. Meski tidak berdampak pada pemadaman pelanggan, PLN tetap melakukan langkah cepat guna menjaga keandalan sistem dan mencegah potensi gangguan lanjutan.

Merespons kondisi tersebut, tim ULTG Barabai langsung diterjunkan untuk melakukan penelusuran dan penanganan di lapangan.

Manager ULTG Barabai, Hadi Asmana, mengungkapkan bahwa tim menemukan kerusakan signifikan pada peralatan utama akibat energi besar dari sambaran petir.

“Pemeriksaan menunjukkan salah satu peralatan pemisah jaringan mengalami kerusakan hingga meleleh. Selain itu, tim juga menghadapi kondisi kabel transmisi yang jatuh ke tanah pada hari berikutnya. Dengan pengaturan personel yang tepat, penanganan di gardu induk dan jalur transmisi dapat dilakukan secara bersamaan,” jelas Hadi.


Dalam kondisi lapangan yang dinamis, proses pemulihan tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga ketelitian serta koordinasi tinggi untuk memastikan setiap tahapan berjalan aman.

Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menegaskan bahwa percepatan pemulihan harus tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.

“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan tim dalam menghadapi gangguan beruntun akibat cuaca ekstrem. Setiap langkah diambil secara cepat dan terukur, dengan prioritas pada pengamanan sistem dan keselamatan personel, sehingga pasokan listrik dapat segera kembali andal,” ujar Bayu.

General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, turut mengapresiasi soliditas tim dalam menjaga keandalan sistem transmisi di tengah tantangan alam.

“Respons cepat dan kolaborasi yang ditunjukkan menjadi cerminan komitmen PLN dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Ke depan, kami terus memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi gangguan serupa,” ungkap Riko.

Berkat koordinasi intensif dan kerja cepat seluruh tim, sistem transmisi 150 kV Tanjung–Komam 2 berhasil dinormalkan sepenuhnya pada Selasa (14/04/2026) pukul 14.00 WITA. Pemulihan ini memastikan pasokan listrik kembali stabil serta menegaskan kesiapan PLN dalam menghadapi gangguan akibat faktor alam.

Sumber: Rilis PLN UIP3B Kalimantan

Lebih baru Lebih lama