Trending

Dokter Bedah RSD Idaman Nakhodai IDI Banjarbaru

 

DILANTIK: dr Dyah Paramita SpB dokter spesialis bedah di RSD Idaman Banjarbaru saat dilantik menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarbaru, Sabtu (4/4/2026) di Kota Banjarbaru - Foto Dok Nett


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarbaru mengalami pergantian. Organisasi profesi dokter ini kini dipimpin oleh dr Dyah Paramita SpB, dokter spesialis bedah di RSD Idaman Banjarbaru.

Dyah menggantikan dr Danny Indrawardhana yang tak lain merupakan Direktur RSD Idaman, yang memimpin IDI Banjarbaru periode 2022-2025. Dyah yang memimpin IDI Banjarbaru periode 2025-2028 berharap para anggota tetap kompak untuk bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat.

“Saya harapkan anggotanya lebih kompak sehingga kita buat acara ini, selanjutnya kita bisa lebih keras bekerja sama untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat yang lebih luas lagi,” katanya usai pelantikan pengurus IDI Banjarbaru di salah satu hotel berbintang, Sabtu (4/4/2026).


Dyah juga menaruh konsentrasi terhadap minimnya dokter spesialis, kendati saat ini di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah memiliki fakultas kedokteran sendiri. IDI Banjarbaru juga mengupayakan hal tersebut dengan bekerja sama dengan kampus.

“Supaya mendorong dokter-dokter spesialis itu terutama putra daerah ya, supaya mau untuk stay di daerahnya kembali setelah pendidikan di Banjarmasin, bisa kembali ke daerahnya lagi,” imbuhnya.

Dyah mengakui banyak hal yang perlu dibenahi setelah didaulat memimpin IDI Banjarbaru. Terutama penerapan Undang-undang (UU) Kesehatan yang berdampak pada pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebenarnya banyak yang harus dibenahi untuk IDI. Jadi UU Kesehatan itu sekarang sebenarnya (organisasi profesi) mau dijadikan satu payung, sehingga akan mengurangi sepak terjang dari IDI sendiri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama