![]() |
| SOSOK: Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, saat menjadi pembicara dalam suatu kegiatan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi mantan Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.
“Benar,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Pihak keluarga menyampaikan bahwa tidak ada penyakit khusus yang menjadi penyebab wafatnya Try. Putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono, menjelaskan kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia yang telah menginjak 90 tahun.
"Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yg spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya," kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto.
Ia menuturkan, Try telah dirawat sejak 16 Februari 2026 setelah mengalami penurunan nafsu makan.
"(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuman tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan," ujar Taufik.
Menurutnya, tim dokter RSPAD dan kepresidenan telah memberikan penanganan maksimal. Namun, pada Senin pagi, keluarga menerima kabar bahwa kondisi Try memburuk dan dinyatakan meninggal dunia.
"Sampai di sini diusahakan segala macam-macam, ya mungkin sudah waktunya, alhamdulillah Bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama dan yang lain-lainnya begitu, memang sudah usia," ucapnya.
Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935 dan dikenal sebagai salah satu wakil presiden yang berasal dari kalangan militer.
Karier militernya dimulai setelah diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956. Ia turut terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962 dan kemudian dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974.
Kariernya terus menanjak. Pada Agustus 1985, ia berpangkat Letnan Jenderal TNI dan menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Sepuluh bulan kemudian, pada Juni 1986, ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).
Melalui Sidang Umum MPR 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden RI. Masa jabatannya berakhir pada 1998 dan posisinya digantikan oleh B. J. Habibie.
Setelah tidak lagi menjabat, Try Sutrisno tetap aktif dalam kehidupan kenegaraan, di antaranya sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sejak 2017.
Kepergian Try Sutrisno menambah daftar tokoh nasional yang wafat pada 2026. Pemerintah dan masyarakat luas pun menyampaikan duka cita atas jasa dan pengabdiannya bagi bangsa dan negara.
Sumber: Kompas.com

